ELHARAMAIN NEWS – Menteri Agama KH Nasaruddin Umar menyatakan Kementerian Agama (Kemenag) akan mengoptimalkan jejaring kelembagaan dan satuan pendidikan keagamaan binaannya untuk memperluas literasi ekonomi syariah dan memperkuat ekosistem produk halal nasional. Hal itu disampaikan di Jakarta, Kamis (15/10/2026), seusai menghadiri Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, sebagaimana dilaporkan MUI Digital.
Nasaruddin, yang juga menjabat Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), menyebut jangkauan Kemenag sampai ke tingkat akar rumput. Jejaring tersebut mencakup sekitar 800 ribu masjid, lebih dari 1 juta imam, majelis taklim, dan Kantor Urusan Agama (KUA), dengan lebih dari 4.000 satuan kerja dan lebih dari 360.000 pegawai.
“Kementerian Agama membawahi pembinaan ormas-ormas keagamaan Islam, pondok pesantren, madrasah,” ujarnya. Kemenag juga memiliki direktorat yang menangani zakat dan wakaf di bawah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. Karena jangkauan itu, kerja sama dengan pemangku kepentingan ekonomi syariah dinilai strategis.
Menag menilai perlunya penguatan kelembagaan di tengah dinamika global. “Di era globalisasi saat ini, komunikasi lintas batas serta mobilitas transportasi dan ekonomi berlangsung sangat cepat,” kata Nasaruddin. Menurut dia, “dibutuhkan penguatan institusi yang berkonsentrasi penuh mengawal ekosistem kehalalan ini.”
Selain itu, Kemenag ingin mendorong gaya hidup halal yang lebih luas melalui agenda berkala seperti ISEF. Ekonomi syariah juga berkaitan dengan pengelolaan dana umat, antara lain oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), yang sebelumnya menggelar forum internasional seperti kami ulas dalam Dana Kelolaan Rp185,73 Triliun, BPKH Gelar International Hajj Fund Forum di Jakarta. Soal kehalalan produk, kami juga mengulas penjelasan LPPOM MUI tentang pemeriksaan kehalalan skincare.
Hingga berita ini disusun, laporan MUI Digital tidak memuat jadwal, anggaran, maupun program spesifik dari rencana pemanfaatan jejaring tersebut. Rincian pelaksanaannya perlu dipantau lewat pengumuman resmi Kemenag.
Bagi jemaah dan calon jemaah, penguatan ekosistem halal dan ekonomi syariah berarti kemudahan memperoleh produk, layanan, dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, mulai dari perlengkapan ibadah hingga layanan keuangan. Jemaah tetap disarankan memeriksa label halal dan legalitas penyedia layanan sebelum membeli atau mendaftar.
Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.















Satu pemikiran pada “Menag: Jejaring 800 Ribu Masjid dan Pesantren Siap Perkuat Ekonomi Syariah dan Ekosistem Halal”
Komentar ditutup.