ELHARAMAIN NEWS – Yogya Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 mencatat potensi perputaran nilai ekonomi sebesar Rp22,86 miliar. Nilai itu berasal dari aktivitas transaksi tenant, layanan perjalanan haji dan umrah, akomodasi, kebutuhan penyelenggaraan kegiatan, serta penjajakan kemitraan bisnis yang mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan calon mitra.
Sebagaimana disampaikan dalam rilis resmi Kementerian Haji dan Umrah, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Jaenal Effendi mengatakan expo diharapkan tidak berhenti sebagai ruang promosi. “Yogya Expo kami dorong bukan sekadar menjadi ruang promosi produk, tetapi juga membuka akses pasar dan mempertemukan UMKM dengan calon mitra yang dapat mendorong keberlanjutan usaha,” ujarnya di Bantul, Minggu (25/10/2026).
Salah satu upaya memperluas akses pasar dilakukan lewat business matching yang mempertemukan 42 UMKM dengan 136 pelaku bisnis dari berbagai perusahaan. Pertemuan itu menghasilkan 20 letter of intent (LoI) dan tiga nota kesepahaman (MoU) dengan potensi nilai transaksi mencapai Rp1 miliar 4 juta, sebagaimana tertulis dalam rilis.
Expo juga menjadi ruang persiapan produk memasuki pasar kebutuhan jemaah. Sebanyak 122 UMKM tercatat dalam proses kurasi untuk Haji dan Umrah Store, yang diarahkan menjadi salah satu akses pemasaran produk dalam negeri bagi kebutuhan haji dan umrah. Dampak ekonomi kegiatan itu juga tercermin dari transaksi tenant sebesar Rp949,46 juta dan transaksi layanan perjalanan haji dan umrah Rp16,89 miliar.
Jaenal menegaskan penguatan akses pasar perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas produk dan kesiapan pelaku usaha. “Potensi ini perlu ditindaklanjuti melalui kemitraan yang konkret, peningkatan kualitas produk, dan perluasan saluran pemasaran,” jelasnya.
Rangkaian ini bertolak dari pesan yang sama di daerah lain. Pada pembukaan expo di Yogyakarta, Menhaj mendorong produk lokal masuk rantai pasok haji, sedangkan potensi belanja jemaah haji yang disebut mencapai Rp4 triliun dibahas dalam Menhaj dorong UMKM daerah masuk rantai pasok kebutuhan jemaah.
Hingga berita ini disusun, rilis belum merinci nama UMKM atau perusahaan yang menandatangani MoU, maupun jadwal Haji dan Umrah Store mulai beroperasi. Angka yang dimuat merupakan potensi dan catatan penyelenggara, bukan realisasi akhir transaksi.
Bagi calon jemaah, perluasan rantai pasok produk dalam negeri berpotensi memudahkan pemenuhan kebutuhan perjalanan, mulai dari perlengkapan hingga makanan. Sambil menunggu, pilihlah produk berlabel halal dan beli dari penjual tepercaya agar kebutuhan ibadah terpenuhi dengan aman.
Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.















Satu pemikiran pada “Yogya Expo Catat Potensi Perputaran Rp22,86 Miliar, 122 UMKM Dikurasi untuk Haji dan Umrah Store”
Komentar ditutup.