Cinta Rasulullah SAW Dibuktikan dengan Akhlak: Renungan Khutbah NU Online bagi Calon Jemaah

elharamaindigital

Masjid Nabawi di Madinah dengan Kubah Hijau dan menara di bawah langit biru

ELHARAMAIN NEWS – Bagi banyak calon jemaah, ziarah ke Masjid Nabawi adalah wujud kerinduan kepada Rasulullah SAW. Sebuah naskah khutbah Jumat di NU Online mengajukan pertanyaan yang layak direnungkan sebelum berangkat: sejauh mana cinta itu terlihat dalam akhlak sehari-hari?

Naskah berjudul “Khutbah Jumat: Memasuki Bulan Maulid, Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Rasulullah?” terbit di NU Online pada Kamis (20/8/2026). Khatib mengingatkan bahwa bulan Rabiul Awal membuat nama Rasulullah SAW kembali sering disebut, shalawat dilantunkan, dan majelis maulid semarak. Namun, menurut naskah itu, mencintai Nabi tidak cukup dengan ucapan.

“Jika lisan kita masih mudah menyakiti orang lain, jika kita masih mudah marah, jika kita sulit memaafkan, dan jika kita masih berat membantu orang yang membutuhkan, maka kita perlu bertanya kepada diri sendiri: di mana letak cinta kita kepada Rasulullah?” demikian inti pertanyaan dalam khutbah tersebut. Cinta yang sejati, lanjut naskah itu, melahirkan keinginan untuk mengikuti.

Khutbah itu mengutip firman Allah SWT dalam QS Ali ‘Imran ayat 31: “Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’” Ayat ini, tulis naskah tersebut, berbicara tentang bukti cinta kepada Allah, tetapi mengandung pelajaran penting bahwa cinta harus dibuktikan dengan mengikuti yang dicintai.

Salah satu cara meneladani Rasulullah SAW, kata khatib, adalah melalui akhlak beliau. Ia menyebut riwayat At-Tirmidzi ketika Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha ditanya tentang akhlak Nabi SAW. Aisyah menjawab bahwa beliau bukan orang yang berkata keji dan bukan pula berbuat keji, tidak suka berteriak-teriak di pasar, dan tidak membalas keburukan dengan keburukan, melainkan memaafkan dan berlapang dada.

Hingga artikel ini disusun, bagian naskah yang dibaca redaksi berfokus pada pengantar tentang cinta kepada Nabi dan hadis tentang akhlak beliau; uraian lengkap khutbah dapat dibaca langsung di laman NU Online. Renungan serupa tentang adab di Tanah Suci pernah dimuat dalam tulisan tentang memudahkan urusan sesama.

Bagi jemaah dan calon jemaah, pelajaran ini sangat praktis. Mataf, antrean Raudhah, dan lorong hotel yang ramai adalah ruang latihan untuk menahan lisan, tidak membalas dengan kasar, dan memaafkan kesalahan kecil sesama jemaah. Mulailah membiasakannya dari sekarang, di rumah dan di tempat kerja, agar akhlak itu sudah menjadi kebiasaan ketika kaki menjejak Tanah Suci.

Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.

Related Post