Imam Besar Masjidil Haram Al-Sudais: Serangan Berulang ke Makkah dan Madinah Langgar Garis Merah

elharamaindigital

Imam Besar Masjidil Haram Syekh Abdurrahman As-Sudais menyampaikan khutbah Jumat di mimbar Masjidil Haram

ELHARAMAIN NEWS – Imam Besar Masjidil Haram, Syekh Dr. Abdulrahman Al-Sudais, mengecam serangan berulang kelompok Houthi yang menyasar Makkah dan Madinah. Ia menyebut keamanan kedua kota suci sebagai garis merah yang tidak boleh dilanggar.

Pernyataan itu dilaporkan kantor berita ANTARA pada Minggu (25/10/2026). Al-Sudais, yang juga menjabat presiden urusan agama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, menilai serangan yang terjadi berulang kali justru mengungkap pendekatan kriminal dan niat jahat terhadap umat Islam dan tempat-tempat sucinya. Menurutnya, serangan semacam itu tidak akan mengganggu keamanan dan stabilitas Arab Saudi, justru memperkuat tekad untuk melindungi Dua Masjid Suci.

“Keamanan tempat-tempat tersebut merupakan garis merah yang tidak boleh dilanggar,” demikian inti pernyataan Imam Besar sebagaimana dikutip ANTARA. Kecaman senada juga datang dari Dewan Kerja Sama Teluk, yang menilai serangan ke arah Makkah melanggar kesucian kota itu, seperti dilaporkan ANTARA. Sebelumnya, kami juga melaporkan kecaman Organisasi Kerja Sama Islam dan Liga Muslim Dunia atas peristiwa yang sama.

Di lapangan, ANTARA melaporkan Arab Saudi menyatakan telah mencegat rudal Houthi yang menyasar Makkah dan Madinah. Arab News, mengutip AFP pada Jumat (30/10/2026), juga memberitakan koalisi pimpinan Saudi menyatakan mencegat drone Houthi di wilayah Makkah, serta drone di atas Riyadh dan Madinah dan sebuah rudal di wilayah selatan. Di sisi lain, Republika sebelumnya memberitakan Houthi membantah menyerang Madinah, sehingga klaim kedua pihak perlu dibaca dengan hati-hati.

Hingga berita ini disusun, laporan-laporan tersebut berasal dari pernyataan pihak-pihak yang terlibat, dan artikel ANTARA tidak menyebut tanggal pasti serangan. Perkembangan keamanan dapat berubah cepat sehingga pembaca disarankan terus memantau informasi dari otoritas resmi.

Dari sisi pemerintah Indonesia, Kementerian Haji dan Umrah pada Senin (12/10/2026) telah mengimbau jemaah umrah Indonesia meningkatkan kewaspadaan di tengah situasi Timur Tengah, sementara Wamenhaj sebelumnya menyampaikan bahwa umrah di Saudi berjalan normal.

Bagi jemaah dan calon jemaah umrah, langkah praktis yang dapat dilakukan adalah mengikuti arahan petugas dan mutawif, memantau pengumuman Kemenhaj serta perwakilan RI di Arab Saudi, tidak menyebarkan kabar yang belum jelas sumbernya, dan memastikan keluarga di Tanah Air memiliki nomor kontak penyelenggara perjalanan. Tetaplah tenang dan perbanyak doa untuk keamanan Tanah Suci.

Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.

Related Post