ELHARAMAIN NEWS – Indonesia naik ke peringkat kedua destinasi ramah wisatawan Muslim dunia dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026, laporan yang disusun Mastercard-CrescentRating. Indonesia meraih skor 79, naik tiga poin dari tahun sebelumnya, sekaligus melompat dari posisi kelima.
Menurut Republika yang terbit Jumat (19/6/2026), GMTI 2026 diluncurkan di Singapura pada Kamis (18/6/2026) oleh Founder dan CEO CrescentRating Fazal Bahardeen. Malaysia tetap berada di puncak dengan skor 83. Republika menulis Indonesia berbagi posisi kedua dengan Arab Saudi dan Turki pada skor 79, sedangkan Qatar berada di posisi kelima dengan skor 76.
Peringkat Turki berbeda antarmedia. Kompas dalam artikel 17 Juli 2026 mencantumkan Turki di peringkat keempat. Perbedaan itu kemungkinan terkait cara penyajian peringkat bagi negara dengan skor sama, sehingga pembaca disarankan merujuk langsung pada laporan GMTI.
Fazal menyebut persaingan destinasi kini bergeser dari sekadar ketersediaan fasilitas. Republika mencatat dua faktor yang disorot: fasilitas halal dan kehadiran informasi serta layanan ramah Muslim di ekosistem digital. Menurutnya, destinasi yang tidak menampilkan informasi layanan ramah Muslim secara digital berisiko tidak muncul dalam rekomendasi berbasis kecerdasan buatan. Ia juga menyebut perjalanan wisatawan Muslim internasional pada 2025 mencapai 196 juta.
Dari sisi metode, GMTI 2026 menilai 150 destinasi dengan kerangka ACES (Access, Communications, Environment, Services), yang pada aspek layanan mencakup ketersediaan masjid, pilihan makanan halal, fasilitas ramah Muslim di bandara, dan akomodasi, sebagaimana dirangkum dalam pemberitaan media nasional. Ulasan destinasi halal lain dapat dibaca pada artikel tentang destinasi ramah Muslim favorit turis Indonesia dan wisata halal di China.
Perlu diingat, peringkat GMTI adalah indeks penilaian pihak swasta dan skor dapat berubah pada edisi berikutnya. Pengalaman di lapangan tetap bergantung pada kota, penyedia layanan, dan musim kunjungan.
Bagi calon wisatawan Muslim, termasuk jemaah yang menambah program wisata pada perjalanan umrah, periksa sendiri ketersediaan makanan bersertifikat halal, lokasi masjid atau musala terdekat, dan jadwal waktu salat sebelum menyusun itinerari. Pilihan destinasi yang jelas informasinya akan membuat perjalanan lebih nyaman.
Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat paket umrah plus Turki.















Satu pemikiran pada “Indonesia Naik ke Peringkat Dua Destinasi Ramah Muslim Dunia Versi GMTI 2026, Malaysia Tetap Teratas”
Komentar ditutup.