ELHARAMAIN NEWS – Dua kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di daerah menyampaikan pesan senada: kesiapan fisik calon jemaah haji tidak boleh berhenti pada terpenuhinya syarat pelunasan. Pesan itu datang dari Kanwil Kemenhaj Lampung dan Kemenhaj Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, sebagaimana tertuang dalam rilis resmi di situs Kemenhaj masing-masing provinsi.
Di Lampung Timur, Kepala Bidang Bina Haji dan Umrah dan Pelayanan Haji Kanwil Kemenhaj Lampung, H. Akhor Wiwit Sudiono, S.Ag., M.M., memberikan bimbingan manasik yang diselenggarakan Yayasan Arofah Almubarokah di Labuhan Ratu, Minggu (18/10/2026). Menurut rilis Kemenhaj Lampung, ia menegaskan pelunasan biaya haji dilakukan setelah persyaratan istithaah kesehatan terpenuhi dan pemeriksaan harus dijalani secara nyata.
“Jemaah harus mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan. Pemeriksaan ini harus dilaksanakan secara riil dan apa adanya, karena tujuannya untuk memastikan jemaah benar-benar siap menjalankan ibadah haji,” tegas Wiwit. Menurutnya, istithaah bukan sekadar syarat administratif, melainkan instrumen melindungi keselamatan jemaah dalam ibadah yang menuntut ketahanan fisik dan kemampuan beradaptasi.
Wiwit juga mengingatkan agar jemaah tidak mengabaikan kebugaran setelah dinyatakan memenuhi syarat. “Jangan sampai jemaah hanya berorientasi pada terpenuhinya persyaratan pelunasan. Kesehatan dan kebugaran harus dijaga secara berkelanjutan,” ujarnya. Ia menambahkan, ketentuan kesehatan Pemerintah Arab Saudi semakin ketat, dan jemaah yang belum memenuhi kriteria istithaah diminta menindaklanjuti sesuai rekomendasi dokter tanpa langsung berputus asa.
Dari Sumatera Selatan, Kemenhaj Lahat bersama tim kesehatan menggelar Manasik Haji Sepanjang Tahun bagi jemaah kuota 1448 H/2027 M di aula kantor, sebagaimana tertulis dalam rilis Kemenhaj Sumsel. Eliya Agustina dari Puskesmas Bandar Jaya menganjurkan calon jemaah membiasakan jalan kaki, senam kebugaran, dan latihan fisik bertahap, serta memeriksakan kesehatan dan mengendalikan faktor risiko penyakit sejak dini.
Materi lain mencakup pola makan bergizi seimbang dengan banyak sayur, buah, dan air putih, kebiasaan hidup bersih seperti mencuci tangan dengan sabun, penggunaan masker sesuai kebutuhan, serta etika batuk. Untuk cuaca panas di Arab Saudi, jemaah diimbau membawa payung, kacamata hitam, masker, dan pelembap, menyiapkan obat pribadi, tidak bepergian sendirian, dan segera melapor kepada petugas kesehatan jika ada anggota rombongan yang sakit.
Pesan ini selaras dengan arahan Menhaj yang kami laporkan sebelumnya, Bukan Sekadar Punya Uang: Menhaj Minta Calon Jemaah Haji Siapkan Fisik sejak Sekarang. Hingga berita ini disusun, ketentuan teknis istithaah dan jadwal pemeriksaan dapat berbeda antardaerah, sehingga calon jemaah perlu menanyakannya ke kantor Kemenhaj atau puskesmas setempat.
Bagi calon jemaah haji maupun umrah, langkah termudah dimulai dari kebiasaan harian: berjalan kaki 30 menit secara rutin, tidur cukup, minum air putih, dan kontrol rutin penyakit bawaan sesuai anjuran dokter. Jalani pemeriksaan kesehatan dengan jujur, karena ketahanan tubuh yang terjaga akan membuat tawaf, sa’i, dan rangkaian ibadah lain lebih khusyuk.
Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.














