ELHARAMAIN NEWS – Sebuah kotak penyimpan mushaf asal Cina yang berlapis emas dan berasal dari abad ke-12 Hijriah atau abad ke-18 Masehi dipajang di Museum Al-Qur’an, Distrik Budaya Hira, Makkah. Benda itu menjadi gambaran perhatian umat Islam dalam merawat dan melindungi salinan Al-Qur’an dari masa ke masa.
Informasi tersebut dilaporkan Saudi Press Agency (SPA) dari Makkah, Kamis (5/11/2026). Menurut SPA, selain berfungsi menjaga mushaf, kotak itu menyimpan nilai seni dan estetika yang lekat dengan wadah-wadah khusus penyimpan kitab suci.
SPA menyebut kotak tersebut dibuat dengan desain yang cermat. Sisi-sisinya dihiasi ornamen rumit, dilengkapi detail berlapis emas yang mencerminkan selera seni yang berkembang pada periode tersebut. Foto yang dirilis SPA memperlihatkan kotak berpintu dua berisi deretan jilid mushaf, dengan satu mushaf terbuka di bagian depan yang halamannya dibingkai hiasan keemasan.
Kotak itu menjadi bagian dari koleksi yang mengajak pengunjung mengenal berbagai alat dan artefak yang berkaitan dengan sejarah Al-Qur’an, mulai dari penulisan, pemeliharaan, hingga perawatannya. SPA menyebut pameran tersebut memberi pengalaman budaya dan edukatif tentang kedudukan Al-Qur’an dalam kehidupan umat Islam.

Museum Al-Qur’an diresmikan Wakil Gubernur Wilayah Makkah, Pangeran Saud bin Mishaal bin Abdulaziz, pada 4 Maret 2025, sebagaimana dilaporkan SPA. Museum ini dikembangkan di bawah pengawasan Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat-Tempat Suci. Koleksinya meliputi manuskrip langka, salinan mushaf bersejarah, dan tampilan visual interaktif tentang perjalanan pemeliharaan Al-Qur’an.
Sebelumnya, pada Februari 2026, museum ini memajang selembar halaman dari Al-Mushaf Al-Azraq atau Mushaf Biru yang ditulis dengan tinta emas berhuruf Kufi di atas latar biru tua. Menurut SPA, manuskrip dari abad ke-3 Hijriah itu memuat ayat Surah Al-Baqarah, dari akhir ayat 37 hingga awal ayat 42.
Distrik Budaya Hira berada di kaki Jabal Nur, gunung tempat Gua Hira yang dikenal sebagai lokasi turunnya wahyu pertama kepada Rasulullah SAW. Kawasan ini kini menjadi salah satu tujuan ziarah dan wisata edukasi jemaah umrah di Makkah. Rombongan jemaah Elharamain Wisata juga pernah singgah ke kawasan tersebut, seperti dalam artikel Group 21 September Bronze Kunjungi Hira Cultural District di Kaki Jabal Nur.
Bagi jemaah umrah yang mendapat kesempatan berkunjung ke Distrik Budaya Hira, Museum Al-Qur’an bisa menjadi tempat belajar singkat tentang sejarah mushaf sebelum atau sesudah melihat Jabal Nur. Atur waktu kunjungan pada pagi atau sore hari agar tidak bertepatan dengan terik siang, bawa air minum, dan pastikan jadwalnya tidak mengganggu waktu salat berjemaah di Masjidil Haram.
Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.














