SPA Ulas Hajar Aswad: Setinggi 1,5 Meter dari Mataf, Berbingkai Perak dan Rutin Dirawat

elharamaindigital

Hajar Aswad dalam bingkai perak di sudut tenggara Ka'bah, Masjidil Haram, Makkah

ELHARAMAIN NEWS – Saudi Press Agency (SPA) merilis laporan tentang Hajar Aswad, batu di sudut tenggara Ka’bah yang menjadi titik awal dan akhir tawaf. Laporan bertanggal Makkah, Kamis (29/10/2026), itu memaparkan letak, bentuk, hingga cara otoritas Arab Saudi merawat batu tersebut.

Dalam laporan Saudi Press Agency berjudul “The Black Stone: Sacred Landmark at the Heart of the Holy Kaaba”, disebutkan Hajar Aswad berada sekitar satu setengah meter dari permukaan lantai mataf, area tempat jemaah bertawaf. Dari sudut inilah putaran tawaf dimulai dan diakhiri.

SPA menggambarkan batu itu tampak hitam dengan semburat kemerahan dan dikelilingi bingkai perak murni. Bagian dalamnya terlihat berupa kepingan kecil yang menyatu, direkatkan oleh bahan pengikat.

Hajar Aswad berbingkai perak di sudut Ka'bah yang berselimut kiswah hitam bersulam emas
Hajar Aswad di sudut tenggara Ka’bah, dipotret dari bawah.

Menurut SPA, umat Islam yang bertawaf berusaha mencium atau menyentuh Hajar Aswad bila memungkinkan tanpa kesulitan dan berdesakan. Jika tidak memungkinkan, jemaah cukup memberi isyarat ke arahnya sambil bertakbir, mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.

Laporan itu juga menyebut perawatan berkala yang dilakukan Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Petugas khusus membersihkan dan memberi wewangian pada Hajar Aswad dengan teknologi modern, termasuk pencitraan beresolusi tinggi untuk mendokumentasikan detailnya secara presisi.

Kesunnahan mencium Hajar Aswad bersandar pada teladan Rasulullah SAW. NU Online dalam tulisan kisah Umar bin Khattab berbicara pada Hajar Aswad mengutip hadis riwayat Imam Bukhari yang juga dicatat Imam Al-Ghazali dalam Ihya ‘Ulumiddin. Saat mencium batu itu, Umar berkata, “Sungguh, aku tahu kau ini hanya batu yang tidak bisa berbuat apa-apa. Andai saja Nabi tidak menciummu, aku pun tak akan pernah menciummu!”

Menurut tulisan itu, ucapan Umar tidak menafikan keistimewaan Hajar Aswad. Umar ingin masyarakat yang baru memeluk Islam tidak keliru menganggap batu tersebut punya kuasa sendiri. Mencium Hajar Aswad dipahami sebagai bentuk ittiba’, yakni mengikuti sunnah Nabi meski tidak mengetahui alasan rinci di baliknya.

Para ulama menegaskan hukumnya sunnah, bukan wajib. Karena itu, kesunnahan tersebut tidak boleh ditempuh dengan cara yang membahayakan diri sendiri atau jemaah lain. Penjelasan lebih lengkap soal ini bisa dibaca dalam artikel bolehkah berdesakan demi mencium Hajar Aswad.

Laporan SPA ini terbit di tengah musim umrah 1448 H. Kalender umrah yang ditetapkan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memberi batas penerbitan visa umrah hingga 9 Maret 2027, sebagaimana diberitakan dalam laporan kalender umrah 1448 H.

Bagi jemaah umrah, mulailah tawaf dengan menghadap ke arah Hajar Aswad dan memberi isyarat sambil bertakbir bila area sekitarnya padat. Utamakan keselamatan, terutama bagi jemaah lansia dan perempuan, dan ikuti arahan pembimbing selama berada di mataf.

Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.

Related Post