ELHARAMAIN NEWS – Saudi Fund for Development (SFD) menandatangani enam perjanjian pinjaman pembangunan lunak senilai lebih dari 403 juta dolar AS dengan Kementerian Keuangan Suriah. Dana itu akan membiayai proyek energi, air bersih, kesehatan, perumahan, infrastruktur, dan transformasi digital di negara tersebut.
Dilansir Arab News yang mengutip Saudi Press Agency (SPA), Kamis (5/11/2026), perjanjian diteken CEO SFD Sultan Al-Marshad dan Menteri Keuangan Suriah Mohammed Yisr Barnieh. Penandatanganan disaksikan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman dan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa.
Menurut laporan SPA, al-Sharaa berkunjung ke Riyadh pada Rabu (4/11/2026) atas undangan Raja Salman bin Abdulaziz. Selain kesepakatan SFD, kedua negara menandatangani nota kesepahaman kerja sama industri, pertanian, dan perlindungan lingkungan.
Porsi terbesar paket pinjaman, 105 juta dolar AS, dialokasikan untuk membangun, merehabilitasi, dan melengkapi 25 pusat pertahanan sipil di berbagai wilayah Suriah. Proyek ini diperkirakan menjangkau lebih dari tujuh juta orang dan memperkuat penanganan darurat, bencana, serta pembersihan puing.
Sebanyak 100 juta dolar AS disiapkan untuk merehabilitasi, membangun, dan melengkapi rumah sakit serta pusat layanan kesehatan. Adapun 90 juta dolar AS dipakai untuk memulihkan unit pembangkit di Pembangkit Listrik Termal Aleppo yang diperkirakan melayani sekitar lima juta orang.
Paket itu juga mencakup 60 juta dolar AS untuk merehabilitasi hingga 10.000 unit rumah yang rusak, serta 30 juta dolar AS untuk pemasangan 300.000 meteran air pintar yang diperkirakan bermanfaat bagi sekitar 1,5 juta warga. Lebih dari 18 juta dolar AS lainnya dialokasikan untuk sistem layanan keuangan terintegrasi di Kementerian Keuangan Suriah.
SPA menyebut proyek-proyek tersebut merupakan upaya Arab Saudi melalui SFD untuk memperbaiki kondisi hidup warga Suriah, memperkuat layanan dasar, dan memulihkan infrastruktur. Pada September 2025, Saudi melalui SFD juga memberikan dua hibah kepada Suriah untuk membantu pembiayaan pasokan minyak mentah dan sebagian gaji pegawai pemerintah selama tiga bulan.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi tentang jadwal pelaksanaan maupun tenor pinjaman tersebut.
Bagi jemaah umrah dan calon jemaah haji Indonesia, kabar dari Riyadh ini memberi gambaran peran Arab Saudi di dunia Islam di luar urusan pelayanan Dua Masjid Suci. Perkembangan kawasan Timur Tengah juga bisa diikuti lewat rubrik Dunia Islam, termasuk laporan tentang Konferensi Haji Keenam di Jeddah yang menyiapkan layanan musim haji mendatang.
Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.














