Manasik Haji 1448 H Dibuka di Karawang, Kakanwil Jabar: Istithaah Kesehatan Semakin Diperketat

elharamaindigital

Pembukaan manasik haji 1448 H/2027 M di KBIHU Annihayah Karawang bersama Kakanwil Kemenhaj Jawa Barat
Foto: Kementerian Haji dan Umrah RI

ELHARAMAIN NEWS – Calon jemaah haji asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diminta mempersiapkan diri sejak dini, terutama menjaga kesehatan sebagai bagian dari syarat keberangkatan. Pesan itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat, H. Boy Hari Novian, pada pembukaan Manasik Haji 1448 H/2027 M di KBIHU Annihayah, Karawang.

Sebagaimana disampaikan dalam rilis resmi Kemenhaj Jawa Barat yang tayang pada Senin (26/10/2026), Boy menegaskan bahwa istithaah kesehatan merupakan aspek penting dalam penyelenggaraan ibadah haji.

“Sekarang, persyaratan istithaah kesehatan semakin diperketat. Calon jemaah yang belum memenuhi kriteria kesehatan tidak seharusnya diberangkatkan sebelum dinyatakan memenuhi persyaratan. Ini merupakan langkah penting untuk melindungi jemaah agar dapat menjalankan ibadah haji dengan aman dan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Menurut Boy, istithaah kesehatan bukan sekadar persyaratan administratif, melainkan upaya melindungi keselamatan dan kondisi jemaah selama beribadah di Tanah Suci. Karena itu, calon jemaah perlu memahami bahwa kesiapan fisik berperan besar dalam kelancaran rangkaian ibadah haji.

Ia juga mengingatkan bahwa kebiasaan menjaga kesehatan tidak sebaiknya baru dimulai menjelang keberangkatan. “Menjaga kesehatan harus dimulai dari sekarang, bukan hanya karena ingin berangkat haji. Kebiasaan hidup sehat perlu terus dijaga sebagai investasi untuk masa depan, agar kita tetap sehat dan bugar hingga usia lanjut,” ujarnya.

Boy berharap calon jemaah Karawang memanfaatkan kegiatan manasik untuk memperdalam pengetahuan ibadah sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan yang berkelanjutan. Pembukaan manasik turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Karawang, H. Rojak, serta sejumlah tokoh masyarakat yang diharapkan memperkuat pendampingan dan pembinaan calon jemaah.

Penekanan istithaah ini sejalan dengan pesan Menteri Haji dan Umrah yang sebelumnya kami ulas dalam berita 345 calon jemaah gagal berangkat karena kesehatan. Hingga berita ini disusun, ketentuan teknis pemeriksaan istithaah dapat diperbarui, sehingga calon jemaah perlu memantau pengumuman resmi Kemenhaj dan fasilitas kesehatan setempat.

Bagi calon jemaah haji, langkah praktisnya sederhana: rutin berjalan kaki, cek tekanan darah dan gula darah secara berkala, patuhi anjuran dokter, dan ikuti manasik dengan sungguh-sungguh. Persiapan sejak sekarang akan membuat ibadah lebih tenang kelak.

Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.

Related Post