ELHARAMAIN NEWS – Selain Tan’im dan Hudaibiyah, jemaah yang berada di Makkah dapat mengambil miqat umrah dari Masjid Ji’ranah. Tempat ini bukan sekadar titik berihram, tetapi juga lokasi yang dikaitkan dengan umrah Rasulullah SAW setelah Perang Hunain pada 8 Hijriah.
Menurut catatan Syekh Muhammad Ilyas Abdul Ghani dalam Sejarah Makkah yang dikutip Republika, Ji’ranah kini berupa perkampungan di Wadi Saraf, sekitar 24 kilometer dari Masjidil Haram. Republika dalam tulisan lain menyebut jaraknya sekitar 26 kilometer, di perbatasan Kota Makkah ke arah Thaif, sehingga angka pastinya berbeda antarsumber.
Dalam catatan NU Online Jawa Timur yang merujuk buku yang sama, seusai Perang Hunain Rasulullah SAW menempatkan para tawanan dan harta rampasan Hawazin di Ji’ranah. Beliau menunggu sekitar sepuluh malam agar kaum Hawazin yang bertobat datang menyusul, sebelum membagikan harta tersebut. Ketika utusan Hawazin memohon pembebasan tawanan dan harta mereka, Rasulullah SAW memberi pilihan, lalu mereka memilih tawanan dan kaum Muslimin diminta membebaskan para tawanan itu dengan baik.
Pada malam itu juga, dari Ji’ranah, Rasulullah SAW berihram dan mengerjakan umrah yang selesai pada malam yang sama, lalu memerintahkan pasukannya kembali ke Madinah. Pembagian harta rampasan kepada orang-orang yang baru masuk Islam sempat menimbulkan pertanyaan di kalangan Anshar. Rasulullah SAW menjelaskannya, dan kaum Anshar menjawab bahwa mereka rela atas apa yang ditetapkan beliau.
Republika dalam laporan lain mencatat bahwa di kampung itu terdapat sumur yang dikenal sebagai Bir Thaflah, yang menurut riwayat memancarkan air ketika Rasulullah SAW memukulkan tongkatnya saat persediaan air habis. Penulisnya tidak sempat mengunjunginya, sementara tulisan tersebut menyebut sebuah papan di lokasi menegaskan bahwa pemakaman Ji’ranah sama seperti pemakaman Muslimin lainnya dan tidak ada riwayat bahwa syuhada Hunain dimakamkan di sana.
Masjidnya telah diperbarui pada masa Raja Fahd dan dapat menampung sekitar 1.000 jemaah. Luasnya disebut 430 meter persegi dalam satu sumber dan 1.600 meter persegi dalam sumber lain. Republika mencatat fasilitas kamar mandi, tempat wudhu, dan area parkirnya luas dan bersih, meski laporan itu berasal dari beberapa tahun lalu sehingga kondisi terkini bisa berbeda.
Kisah miqat lain yang berkaitan dengan umrah dapat dibaca di artikel tentang Hudaibiyah. Bagi jemaah yang berumrah sunnah dari Makkah, tanyakan kepada pembimbing apakah rombongan akan berihram dari Tan’im, Ji’ranah, atau Hudaibiyah, serta siapkan waktu dan transportasi karena jaraknya berbeda-beda.
Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.














