250 Payung Raksasa Masjid Nabawi Lindungi Jemaah dari Hujan dan Terik, Begini Cara Kerjanya

elharamaindigital

Jemaah berjalan di bawah payung raksasa yang terbuka di pelataran Masjid Nabawi, Madinah

ELHARAMAIN NEWS – Payung-payung raksasa di pelataran Masjid Nabawi tidak hanya meneduhkan jemaah dari terik matahari, tetapi juga melindungi mereka dari hujan. Sebanyak 250 payung yang dapat dibuka-tutup itu menaungi area lebih dari 143.000 meter persegi dan mampu menampung lebih dari 228.000 jemaah.

Hal itu dilaporkan Saudi Press Agency (SPA) dari Madinah, Senin (2/11/2026). Menurut SPA, setiap unit payung berukuran sekitar 25,5 meter kali 25,5 meter, menjulang setinggi 22 meter, dan berbobot hampir 40 ton.

SPA menyebut payung-payung tersebut dirancang dengan standar arsitektur yang ketat agar tahan terhadap angin, hujan, dan api. Strukturnya terhubung dengan sistem drainase air hujan untuk mencegah genangan dan mengurangi risiko jemaah tergelincir di lantai pelataran.

Jemaah duduk di pelataran Masjid Nabawi di bawah payung raksasa dengan latar deretan lengkung bangunan masjid

Payung digerakkan secara otomatis melalui unit kendali khusus. Payung dibuka saat matahari terbit dan dilipat sebelum senja, disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan kondisi cuaca. Seluruh jaringan payung dipantau dari ruang kendali pusat sehingga operasionalnya bisa disesuaikan dengan arus jemaah dan perubahan cuaca secara langsung.

Struktur payung juga dilengkapi 436 kipas pengembun, masing-masing dengan 16 nosel penyemprot air yang telah diolah, serta lebih dari 1.000 unit lampu agar pelataran tetap terang selama 24 jam. Rangka logamnya diperkuat serat kaca dan karbon, sementara sebagian bagiannya dihiasi mozaik dan ornamen tembaga berlapis emas yang selaras dengan gaya arsitektur Masjid Nabawi.

Fungsi peneduh hujan itu relevan dengan prakiraan cuaca beberapa bulan ke depan. Dilansir Arab News, Pusat Meteorologi Nasional (NCM) Arab Saudi memperkirakan curah hujan di atas rata-rata di sejumlah wilayah kerajaan pada November 2026 hingga Januari 2027, dengan intensitas sedang hingga sangat lebat. Pada November, sebagian wilayah Makkah termasuk yang berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat, sementara suhu rata-rata diperkirakan di atas normal.

Laporan tersebut tidak menyebut Madinah secara khusus dalam daftar wilayah berpotensi hujan lebat pada November. Kesiapan menghadapi musim hujan di Tanah Suci sebelumnya juga tampak dari penyiagaan 166 tim ambulans di wilayah Makkah. Hingga berita ini disusun, prakiraan itu masih bersifat musiman dan dapat diperbarui sewaktu-waktu oleh NCM.

Bagi jemaah umrah yang berangkat pada November hingga Januari, siapkan payung lipat kecil, alas kaki yang tidak licin, dan jaket tipis. Saat hujan turun, berteduhlah di bawah payung pelataran atau masuk ke dalam masjid, berjalan perlahan di lantai marmer yang basah, dan ikuti arahan petugas serta pembimbing rombongan.

Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.

Related Post