Kemenhaj: Pemeriksaan Istithaah Kesehatan Bukan Penghambat, Calon Jemaah Dibina sejak Dini

elharamaindigital

Narasumber berbicara dalam sosialisasi dan monitoring pemeriksaan kesehatan jemaah haji di Banten
Foto: Kementerian Haji dan Umrah RI

ELHARAMAIN NEWS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat pemeriksaan istithaah kesehatan calon jemaah haji melalui penyesuaian regulasi dan pengawasan yang lebih menyeluruh. Pemeriksaan itu tidak semata menentukan layak atau tidaknya seseorang berangkat, tetapi juga menjadi pintu masuk pembinaan kesehatan agar jemaah siap menjalani rangkaian ibadah yang menuntut ketahanan fisik.

Hal itu disampaikan Anggota Tim Kerja Pemeriksaan Kesehatan Haji, Tri Atmaja, dalam kegiatan sosialisasi dan monitoring pemeriksaan kesehatan jemaah haji di Banten, Selasa (3/11/2026), sebagaimana disampaikan dalam rilis resmi Kementerian Haji dan Umrah. Menurut dia, penyesuaian dilakukan berdasarkan evaluasi penyelenggaraan haji sebelumnya, salah satunya lewat perubahan persyaratan kesehatan dalam KMHU Nomor 82 Tahun 2026.

“Secara umum, proses pemeriksaannya tidak jauh berbeda. Namun, ketika ditemukan indikasi penyakit tertentu, jemaah akan dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dengan begitu, kondisi kesehatannya bisa diketahui lebih dini dan masih ada kesempatan untuk melakukan perbaikan sebelum keberangkatan,” jelas Tri Atmaja.

Ia mencontohkan pemeriksaan bagi jemaah dengan penyakit jantung. Pemeriksaan tidak berhenti pada fungsi jantung, tetapi juga mencakup irama jantung dan kondisi pembuluh darah yang memasok darah ke organ tersebut. Pemeriksaan yang lebih cermat dinilai penting karena haji merupakan aktivitas fisik berat, terlebih ketika jutaan jemaah berkumpul pada puncak ibadah.

“Jangan sampai kita hanya melihat seseorang bisa berangkat, tetapi belum cukup siap secara fisik untuk menjalankan ibadahnya. Pemeriksaan harus menjadi bagian dari upaya mempersiapkan jemaah,” ujarnya.

Tri Atmaja juga mendorong Satgas Istithaah Kesehatan melibatkan tenaga medis yang pernah bertugas dalam penyelenggaraan haji. Pengalaman itu dinilai membuat petugas lebih memahami kondisi fisik jemaah sekaligus karakter sosial dan budaya masyarakat Indonesia.

Lebih jauh, ia menilai paradigma istithaah kesehatan perlu berkembang. Selama ini pemeriksaan kerap dipahami sebatas penetapan boleh atau tidaknya berangkat. Ke depan, pendekatan itu dilengkapi pembinaan berkelanjutan, mulai dari peningkatan kebugaran, pengendalian gula darah, hingga pengelolaan penyakit penyerta. Setelah pelunasan, negara juga diharapkan hadir memastikan jemaah mendapat pendampingan kesehatan sesuai kondisi masing-masing.

“Dinas kesehatan memiliki data jemaah dengan penyakit penyerta. Data ini bisa menjadi dasar untuk melakukan pembinaan lebih terarah. Jika penyakit diketahui lebih dini, kita punya kesempatan untuk mengendalikan kondisinya sehingga jemaah dapat dipersiapkan dengan lebih baik,” ungkapnya.

Ia menegaskan pemeriksaan yang ketat bukan dimaksudkan untuk menghambat keberangkatan, melainkan melindungi jemaah dari risiko kesehatan yang lebih besar di Tanah Suci. Karena itu, keterlibatan Pusat Kesehatan Haji, dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, serta jajaran Kemenhaj dinilai penting agar pemeriksaan dan pembinaan berjalan berkesinambungan. Pesan serupa sebelumnya juga ditekankan Menteri Haji dan Umrah, sebagaimana diberitakan dalam artikel persiapan istithaah kesehatan sejak dini.

Hingga berita ini disusun, tahapan pemeriksaan kesehatan dan pelunasan haji 1448 H/2027 M masih berjalan di daerah. Jadwal dan ketentuan teknis dapat berbeda di tiap kabupaten/kota sehingga jemaah diimbau memantau informasi resmi dari kantor Kemenhaj setempat.

Bagi calon jemaah haji 2027, momentum ini sebaiknya dimanfaatkan untuk memeriksakan diri lebih awal, rutin berjalan kaki, menjaga pola makan, dan disiplin mengonsumsi obat bagi yang memiliki penyakit penyerta. Persiapan yang sama juga berguna bagi calon jemaah umrah, karena tawaf dan sai tetap membutuhkan stamina yang prima.

Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.

Related Post

Satu pemikiran pada “Kemenhaj: Pemeriksaan Istithaah Kesehatan Bukan Penghambat, Calon Jemaah Dibina sejak Dini”

Komentar ditutup.