Tiga Pilar Layanan Haji: Humanis, Profesional, Adaptif, Ditekankan kepada Pegawai Baru Kemenhaj

elharamaindigital

Pejabat Kemenhaj memberi materi di depan peserta Entry Program Batch II di Asrama Haji Jakarta
Foto: Kementerian Haji dan Umrah RI

ELHARAMAIN NEWS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menempatkan tiga pilar pelayanan sebagai landasan penguatan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji, yakni humanis, profesional, dan adaptif. Hal itu disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Abd. Haris, kepada peserta Entry Program Batch II bagi pegawai mutasi dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah di Asrama Haji Kelas I Jakarta, Selasa (27/10/2026), sebagaimana disampaikan dalam rilis resmi Kementerian Haji dan Umrah.

“Transformasi tata kelola pelayanan haji harus mengedepankan tiga prinsip utama, yaitu humanis, profesional, dan adaptif. Ketiganya menjadi landasan untuk menghadirkan kenyamanan dan kebaikan bagi jemaah haji Indonesia sepanjang perjalanan suci,” ujar Haris.

Menurut Haris, prinsip humanis menempatkan jemaah sebagai prioritas utama dalam seluruh proses pelayanan. Pendekatan ini diwujudkan melalui layanan yang ramah terhadap jemaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas, serta empati dalam memahami kebutuhan jemaah. Keberhasilan pelayanan haji, katanya, tidak cukup diukur dari terlaksananya tahapan operasional, tetapi juga dari kemampuan penyelenggara memastikan setiap jemaah mendapatkan layanan sesuai kebutuhannya.

Prinsip profesional menekankan bahwa seluruh kegiatan operasional harus berlandaskan regulasi yang ketat, standar mutu yang baku, dan tata kelola yang akuntabel. Hal ini penting karena pelayanan haji melibatkan banyak tahapan dan unit kerja, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi. “Profesionalisme bukan hanya tentang menjalankan tugas, tetapi memastikan seluruh pelayanan memiliki standar yang jelas, berlandaskan regulasi, dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Pejabat Kemenhaj memberi materi di depan peserta Entry Program Batch II di Asrama Haji Jakarta
Foto: Kementerian Haji dan Umrah RI

Adapun prinsip adaptif menitikberatkan pada kemampuan aparatur dan organisasi merespons perkembangan teknologi digital dan perubahan kebijakan Pemerintah Arab Saudi. “Perkembangan teknologi dan perubahan regulasi harus menjadi dorongan bagi kita untuk terus meningkatkan kemampuan. Pelayanan haji harus mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus menyesuaikan diri dengan ketentuan yang berlaku di Arab Saudi,” ungkap Haris.

Haris juga memaparkan bahwa Direktorat Jenderal Pelayanan Haji berperan strategis dalam perumusan kebijakan, pelaksanaan pelayanan, pembinaan, supervisi, serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan haji. Melalui Entry Program Batch II, pegawai yang baru bergabung diharapkan memahami arah kebijakan tersebut sebagai pedoman menjalankan tugas. Sebelumnya, kami melaporkan 477 pegawai mutasi yang mengikuti Entry Program Kemenhaj, sementara komitmen layanan yang ramah bagi penyandang disabilitas dibahas dalam pertemuan Kemenhaj dengan Komisi Nasional Disabilitas.

Hingga berita ini disusun, rilis tersebut belum merinci langkah teknis atau target waktu penerapan tiga pilar itu dalam layanan jemaah, sehingga perkembangannya perlu dipantau melalui informasi resmi Kemenhaj.

Bagi jemaah dan calon jemaah, prinsip-prinsip ini dapat menjadi tolok ukur dalam menilai layanan. Jemaah lansia atau penyandang disabilitas sebaiknya menyampaikan kebutuhan khususnya sejak proses pendaftaran dan manasik, agar petugas dapat menyiapkan layanan yang sesuai.

Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.

Related Post

Satu pemikiran pada “Tiga Pilar Layanan Haji: Humanis, Profesional, Adaptif, Ditekankan kepada Pegawai Baru Kemenhaj”

Komentar ditutup.