Kampung Haji Indonesia di Makkah: Danantara Kuasai Hotel 1.461 Kamar dan Lahan 4,4 Hektare

elharamaindigital

Papan Kampung Haji Indonesia di kawasan Thakher Makkah dengan bus dan jemaah di halaman
Foto: Kementerian Haji dan Umrah RI

ELHARAMAIN NEWS – Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengakuisisi kawasan di Thakher, Makkah, yang disiapkan menjadi Kampung Haji Indonesia. Nilai investasinya disebut mencapai 2 miliar riyal Saudi atau sekitar Rp9,5 triliun, mencakup hotel dan lahan siap bangun yang jaraknya sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram.

Informasi ini dimuat dalam rilis di situs Kemenhaj Jambi pada Rabu (28/10/2026). Portofolio yang diambil alih meliputi Hotel Novotel Thakher Makkah dengan 1.461 kamar dan suite di tiga gedung, serta 14 bidang lahan seluas 4,4 hektare (44.088 meter persegi) di Distrik Al Andalus. Serah terima unit hotel rampung pada 11 Agustus 2026, disusul penyerahan sertifikat kepemilikan lahan pada 18 Oktober 2026.

Papan Kampung Haji Indonesia di kawasan Thakher Makkah dengan bus dan jemaah di halaman
Foto: Kementerian Haji dan Umrah RI

Menurut rilis tersebut, kawasan ini dirancang bukan sekadar hotel komersial, melainkan Kompleks Bait Jemaah atau Kampung Haji Indonesia. Danantara berencana mengembangkannya bertahap hingga 13 gedung baru berkapasitas 6.025 kamar, yang sanggup melayani lebih dari 22.000 jemaah atau sekitar sepersepuluh kuota haji tahunan Indonesia.

Kompleks itu direncanakan didukung pusat layanan medis, posko PPIH, dapur sentral khas Indonesia yang merangkul UMKM lokal, pusat belanja produk halal, serta terminal bus selawat yang beroperasi 24 jam. Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan kawasan ini disiapkan sebagai simpul ekosistem pelayanan terpadu. “Mobilitas jemaah menuju Masjidil Haram pun dipermudah melalui akses terdedikasi via Terowongan Al-Hujun,” ujarnya sebagaimana dikutip rilis.

Dari sisi biaya, rilis menyebut pos pemondokan selama ini kerap memicu kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) karena bergantung pada sewa musiman yang fluktuatif. Perubahan status dari penyewa menjadi pemilik disebut memberi keleluasaan bagi pemerintah untuk menekan tarif akomodasi. Di luar musim haji, kawasan ini diproyeksikan melayani lebih dari 2 juta jemaah umrah asal Indonesia per tahun, dan pendapatannya diarahkan untuk mensubsidi biaya haji reguler.

Presiden Prabowo Subianto, dalam kutipan di rilis itu, menegaskan komitmen agar pelayanan jemaah mencapai standar tertinggi sekaligus menekan ongkos haji. “Hadirnya Kampung Haji di Makkah bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, melainkan penegasan kedaulatan pelayanan agar jemaah memiliki rumah sendiri yang layak, aman, dan ramah di kantong selama berada di Tanah Suci,” tegasnya. Capaian penurunan biaya haji lainnya pernah kami bahas dalam ulasan dua tahun pembenahan haji.

Hingga berita ini disusun, sebagian besar kapasitas yang disebut merupakan rencana pengembangan bertahap, sehingga jadwal operasional, tarif, dan skema pemanfaatan bagi jemaah belum dapat dipastikan. Pembaca disarankan memantau pengumuman resmi Kemenhaj dan Danantara.

Bagi calon jemaah haji maupun umrah, kabar ini menunjukkan arah perbaikan layanan akomodasi di Makkah. Namun, penempatan dan fasilitas tetap mengikuti ketentuan penyelenggara yang Anda pilih, sehingga pastikan menanyakan detail hotel, jarak, dan transportasi sebelum berangkat.

Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.

Related Post