ELHARAMAIN NEWS – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mengawali rangkaian bimbingan manasik haji tingkat Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) bagi calon jemaah haji reguler 2027. Pembukaan dilakukan bertahap di tiga wilayah pada 27–29 Oktober 2026.
Sebagaimana disampaikan dalam rilis resmi Kemenhaj Jabar, pembukaan pertama berlangsung pada Selasa (27/10/2026) di Masjid Jamie Al-Ishlah, Talaga, dengan 390 jemaah dari tujuh KBIHU, yakni Al-Ishlah, Al-Hikmah, Nurul Falah, Al-Ittihad, Nurul Iman, Al-Muttaqin, dan Darussalam. Keesokan harinya, Rabu (28/10/2026), pembukaan diikuti 254 jemaah dari lima KBIHU di Leuwimunding, Sukahaji, Jatiwangi, Rajagaluh, dan Palasah. Pada Kamis (29/10/2026), sebanyak 302 jemaah dari enam KBIHU mengikuti pembukaan ketiga.

Kepala Kantor Kemenhaj Majalengka, Abu Mansyur, menyampaikan data sementara jemaah haji reguler 2027 di kabupaten itu, yaitu 713 jemaah siap berangkat dan 233 jemaah cadangan. Ia menegaskan angka tersebut bersifat sementara. “Jumlah jemaah yang siap berangkat, jemaah cadangan, maupun jumlah keseluruhan masih dapat berubah sewaktu-waktu,” ujarnya.
Abu Mansyur juga mengingatkan pentingnya istithaah kesehatan. Menurut dia, persyaratan kesehatan dari Pemerintah Arab Saudi cukup ketat, sehingga calon jemaah yang masih menjalani rujukan diminta mengikuti seluruh penanganan di puskesmas maupun rumah sakit, terlebih waktu pelunasan biaya haji akan segera tiba. Pembahasan serupa tentang pengetatan istithaah juga muncul dalam pembukaan manasik haji 1448 H di Karawang.
Kepala Seksi Bina dan Pelayanan Haji, Edin Hidayat, mengingatkan bahwa pemberangkatan gelombang pertama dijadwalkan mulai 10 April 2027, sehingga waktu persiapan perlu dimanfaatkan sebaik mungkin. Materi yang ia sampaikan mencakup regulasi berupa undang-undang dan peraturan presiden, biaya pelunasan haji setiap tahun, ketentuan mahram, pendamping jemaah, hingga pendamping bagi jemaah penyandang disabilitas. Jadwal itu sejalan dengan rencana perjalanan haji 1448 H yang telah ditetapkan pemerintah.
Rangkaian bimbingan ini akan berlangsung sebanyak 15 kali pertemuan yang dilaksanakan masing-masing KBIHU. Hingga berita ini disusun, rilis belum memuat jadwal rinci tiap pertemuan; informasinya lazimnya diumumkan oleh KBIHU dan Kemenhaj setempat. Perlu dicatat, judul rilis menyebut sekitar 700 peserta, sedangkan rincian per hari dalam isi rilis menyebut jumlah yang berbeda; artikel ini mengikuti rincian di dalam rilis.
Bagi calon jemaah haji, bimbingan manasik adalah bekal utama selain kesehatan. Ikuti setiap pertemuan secara rutin, catat arahan tentang ketentuan pelunasan dan pendamping, dan jangan menunda pemeriksaan kesehatan agar status istithaah dapat terpenuhi tepat waktu.
Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.














