ELHARAMAIN NEWS – Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat-Tempat Suci membuka lalu lintas pada proyek perpanjangan Jalan Lingkar Ketiga di Makkah. Ruas baru ini diperkirakan memangkas waktu tempuh kendaraan menuju Masjidil Haram dan fasilitas Jamarat di Mina hingga sekitar 90 persen.
Pembukaan jalan tersebut dilaporkan Saudi Gazette, Selasa (27/10/2026), dan diberitakan ulang Republika, Kamis (29/10/2026). Jalan Lingkar Ketiga merupakan satu dari empat jalan lingkar yang mengelilingi Kota Makkah.
Menurut laporan itu, indikator dampak proyek menunjukkan peningkatan efisiensi perjalanan yang signifikan pada jam dan musim sibuk. Jarak tempuh pengendara dari Simpang Pangeran Mit’eb menuju Masjidil Haram berkurang dari 16,5 kilometer menjadi 6,5 kilometer, sedangkan jarak menuju fasilitas Jamarat turun dari 12 kilometer menjadi 4 kilometer.
Ruas tersebut memiliki kapasitas hingga 170.000 kendaraan per hari untuk dua arah. Proyek ini disebut sebagai bagian dari upaya mengembangkan jaringan jalan Makkah, meningkatkan aksesibilitas, mengurangi tekanan lalu lintas di jalan-jalan sekitarnya, serta menyiapkan infrastruktur untuk menampung arus kendaraan, khususnya pada musim haji dan umrah.
Pembangunan jalan lingkar ini melengkapi deretan proyek infrastruktur Makkah lainnya yang ditujukan untuk melayani jutaan jemaah setiap tahun, seperti pengembangan transportasi massal dan bandara yang pernah diulas dalam berita bandara dan metro Makkah. Bagi jemaah haji, akses yang lebih singkat menuju Jamarat berpotensi membantu kelancaran pergerakan bus pada hari-hari tasyrik.
Perlu dicatat, angka pemangkasan hingga 90 persen merupakan perkiraan otoritas setempat berdasarkan perubahan jarak tempuh. Dampak nyatanya terhadap waktu perjalanan jemaah tetap bergantung pada kepadatan lalu lintas, pengaturan rute bus, serta kebijakan pembatasan kendaraan di sekitar Masjidil Haram pada waktu-waktu tertentu.
Hingga berita ini disusun, belum ada informasi resmi mengenai perubahan rute bus jemaah umrah maupun bus shalawat jemaah haji Indonesia yang memanfaatkan ruas baru tersebut.
Bagi jemaah umrah yang menginap di hotel jauh dari Masjidil Haram, perbaikan jaringan jalan bisa mempersingkat perjalanan antar-jemput. Meski demikian, tetap sisihkan waktu lebih lama menjelang salat Jumat dan waktu-waktu ramai, ikuti jadwal bus dari pembimbing, dan simpan kartu hotel serta nomor kontak rombongan agar mudah kembali bila terpisah.
Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.














