Di Balik Setiap Angka Ada Jemaah: Renungan Amanah dari Surah An-Nisa Ayat 58

elharamaindigital

Kepala Kanwil Kemenhaj Maluku berbicara di podium saat membuka evaluasi rencana kerja dan anggaran 2026 di Ambon
Foto: Kementerian Haji dan Umrah RI

ELHARAMAIN NEWS – “Ketika kita membahas angka, bayangkan jemaah di balik setiap angka itu.” Pesan itu muncul dalam forum evaluasi anggaran di Ambon, tetapi isinya soal amanah, hal yang juga dipikul setiap jemaah haji dan umrah.

Kalimat itu disampaikan Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Maluku, Djumadi Wali, saat membuka Evaluasi dan Pelaporan Rencana Kerja dan Anggaran Tahun 2026 di Ambon, Selasa (3/11/2026), sebagaimana dimuat dalam rilis resmi Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Maluku. “Anggaran bukan hanya untuk dihabiskan. Anggaran adalah alat untuk mencapai tujuan kita, yaitu pelayanan haji dan umrah yang semakin baik kepada umat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan sikap tanpa toleransi terhadap pungutan dan fee yang tidak semestinya. “Dana yang kita kelola adalah dana negara dan dana umat. Ada jerih payah jemaah di dalamnya. Satu pelanggaran kecil bisa merusak kepercayaan yang sedang kita bangun bersama,” tegasnya. Sambutannya ditutup dengan pesan, “Kawal programnya, kawal anggarannya, kawal manfaatnya, dan yang paling penting, kawal amanahnya.”

Pesan tersebut sejalan dengan perintah Allah SWT dalam Surah An-Nisa ayat 58: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya.” (QS An-Nisa: 58, terjemahan Kemenag). Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebut amanat dalam ayat ini mencakup semua titipan, baik hak Allah maupun hak sesama manusia.

Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” Hadis ini mengingatkan bahwa tanggung jawab tidak hanya melekat pada pejabat. Seorang kepala keluarga, pembimbing rombongan, bahkan setiap jemaah memikul amanah atas dirinya dan orang-orang di sekitarnya.

Dalam perjalanan ibadah, amanah hadir dalam banyak rupa. Bekal yang dikumpulkan bertahun-tahun adalah titipan yang harus dibelanjakan dengan bijak. Waktu di Tanah Suci adalah titipan yang semestinya dipakai untuk memperbanyak ibadah. Teman sekamar yang lanjut usia adalah titipan untuk dijaga, dan tertib mengikuti jadwal rombongan adalah bentuk menjaga hak orang lain. Ibadah haji dan umrah itu sendiri pun dapat dipandang sebagai amanah yang buahnya terlihat dari akhlak sepulang ke tanah air.

Renungan tentang amanah juga pernah kami angkat dalam tulisan Kuat dan Amanah: Renungan Surah Al-Qashash Ayat 26.

Bagi calon jemaah haji dan umrah, mulailah menjaga amanah sejak di Tanah Air: luruskan niat, kelola dana perjalanan dengan jujur dan tertib, pilih penyelenggara yang resmi, lalu jaga kepercayaan sesama jemaah selama di Tanah Suci. Ibadah yang dijalani dengan amanah membawa keberkahan bagi diri sendiri dan jemaah lain.

Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.

Related Post