ELHARAMAIN NEWS – Petani kurma di Madinah masih memanen dengan cara yang diwariskan turun-temurun meski teknologi pertanian berkembang pesat. Mereka juga mengingatkan bahwa banyak varietas kurma tradisional Arab Saudi mulai hilang karena selera konsumen kian menyempit.
Hal itu dilansir Arab News dalam laporan tentang musim panen kurma di Arab Saudi yang terbit Jumat (6/11/2026).
“Kurma adalah bagian dari identitas kami sebagai warga Saudi, terutama di Madinah. Keluarga saya sudah bertani selama lima generasi,” kata Fahad Al-Raddadi, CEO Naqwat Alnanaa Farms Co., kepada Arab News.
Arab News menulis, merawat kebun kurma adalah pekerjaan sepanjang tahun. Seusai panen, petani mengairi, memangkas pelepah, dan memberi pupuk organik. Masa berbunga menjadi tahap paling kritis karena tandan bunga harus dibuka tepat waktu sambil memantau cuaca dan pengairan.
Setelah penyerbukan, petani menjalankan sarbana, yakni menjarangkan buah kecil dari setiap tandan agar buah yang tersisa tumbuh lebih besar. “Kalau ingin kurma premium, buang buah yang kecil sejak awal supaya sisanya tumbuh lebih besar dan bermutu. Kalau ingin jumlah banyak, biarkan rapat,” ujar Al-Raddadi.

Begitu buah mulai matang, kurma segar yang lunak atau rutab dipetik lebih dulu. Panen penuh yang disebut saram baru dimulai setelah tandan matang sempurna. Hasilnya kemudian dipilah menurut mutu, lalu dikemas, dijual, atau diolah.
Al-Raddadi lebih suka memanen dengan tangan karena bisa langsung memisahkan kurma kelas premium dari kelas rendah. Menurut dia, fasilitas berpendingin dan pasar kurma terpusat di Madinah dan Al-Ahsa kini membantu petani memasarkan hasil panen, termasuk lewat lelang.
Marwan Al-Marwani, pendiri dan CEO Ajwatech, mengatakan tradisi itu terancam bila generasi muda enggan bertani. “Ada 400 jenis kurma, banyak di antaranya mulai hilang,” katanya. Ia menyebut kebanyakan keluarga hanya mengenal sekitar 10 varietas favorit. Al-Marwani terlibat dalam program Slow Food Ark of Taste bersama Kementerian Kebudayaan Saudi untuk mendokumentasikan varietas langka.
Bagi warga Saudi, kurma juga lekat dengan tradisi memuliakan tamu. Keluarga saling bertukar varietas kurma sebagai hadiah dan menyajikannya bersama kopi Arab kepada tamu. Keragaman kurma Saudi juga pernah diulas dalam laporan 15 varietas kurma Saudi masuk daftar terbaik dunia versi TasteAtlas.
Bagi jemaah umrah yang berziarah ke Madinah, pasar dan kebun kurma bisa menjadi tempat mengenal varietas selain yang paling populer. Tanyakan nama varietas dan tingkat kematangannya sebelum membeli, dan pilih kemasan yang rapat bila kurma akan dibawa pulang ke Tanah Air.
Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.














