Wisata Religi ke Masjid Istiqlal: Karya Friedrich Silaban, Kubah 45 Meter, dan Cara Daftar Kunjungan

elharamaindigital

Tampak depan Masjid Istiqlal Jakarta dengan monumen nama masjid di halaman

ELHARAMAIN NEWS – Masjid Istiqlal di Jakarta Pusat tetap menjadi salah satu tujuan wisata religi paling populer di Indonesia. Masjid yang diresmikan pada 1978 ini dikenal sebagai masjid terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, sekaligus kerap menjadi titik singgah rombongan yang hendak berangkat atau baru pulang dari Tanah Suci.

Menurut ulasan Antara, Istiqlal dirancang oleh arsitek Friedrich Silaban dengan gaya arsitektur modern. Bangunannya berlapis marmer dengan luas bangunan 24.200 meter persegi, kubah raksasa berdiameter 45 meter, dan daya tampung lebih dari 200.000 jemaah.

Masjid Istiqlal Jakarta dari udara pada malam hari dengan latar Monas dan gedung-gedung kota

Lokasinya yang berdekatan dengan Monumen Nasional dan Gereja Katedral Jakarta membuat Istiqlal mudah dipadukan dengan agenda wisata sejarah di pusat kota. Dari halaman masjid, pengunjung dapat melihat menara tunggal yang menjulang dan pelataran luas yang biasa dipakai untuk salat hari raya.

Bagi instansi atau rombongan, kunjungan dapat didaftarkan secara daring. Berdasarkan keterangan tertulis Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) yang dikutip detikcom, pendaftaran dilakukan melalui laman resmi istiqlal.or.id pada menu layanan visitor. Formulirnya meminta nama instansi, asal daerah atau negara, tanggal kunjungan, ketua rombongan, jumlah peserta, nomor kontak, nama biro perjalanan, pemandu, jenis kunjungan, dan tujuan kunjungan.

Setelah formulir masuk, tim Humas dan Protokol Istiqlal akan memverifikasi serta mengoordinasikan jadwal dan teknis kunjungan. Layanan ini mencakup wisata edukasi, studi banding, hingga kegiatan manasik bagi pelajar.

Ruang salat utama Masjid Istiqlal Jakarta dengan karpet merah, pilar, dan kubah besar

Di dalam ruang salat utama, pengunjung dapat menyaksikan pilar-pilar besar berlapis logam, karpet merah yang membentang luas, serta kubah yang menaungi ruang salat. Pengunjung diharapkan berpakaian sopan dan menutup aurat, serta mengikuti tata tertib yang berlaku selama berada di area masjid.

Hingga berita ini disusun, ketentuan jam kunjungan dan prosedur rombongan dapat berubah sewaktu-waktu, terutama menjelang hari besar Islam atau acara kenegaraan. Calon pengunjung disarankan memeriksa informasi terbaru di laman resmi Istiqlal sebelum datang. Destinasi wisata religi lain di Indonesia dapat dibaca dalam ulasan Masjid Apung An-Nur Ancol.

Bagi calon jemaah umrah dan haji dari Jabodetabek, berkunjung ke Istiqlal bisa menjadi pemanasan sebelum ke Tanah Suci: berlatih berjalan jauh di pelataran luas, membiasakan diri salat berjamaah dalam saf besar, dan belajar tetap bersama rombongan di tengah keramaian. Datanglah lebih awal saat salat Jumat dan kenakan alas kaki yang mudah dilepas.

Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.

Related Post

Satu pemikiran pada “Wisata Religi ke Masjid Istiqlal: Karya Friedrich Silaban, Kubah 45 Meter, dan Cara Daftar Kunjungan”

Komentar ditutup.