ELHARAMAIN NEWS – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut ekonomi syariah Indonesia ibarat raksasa tidur. Potensinya besar, tetapi belum digarap optimal. Ia mendorong masjid memiliki unit usaha, seperti minimarket, agar keuntungannya kembali untuk masjid dan jemaah.
Menurut laporan Kompas.com yang mengutip laman Kementerian Agama, Sabtu (31/10/2026), Nasaruddin menyebut potensi pertama adalah umat itu sendiri. “Kalau kita hitung dari potensi-potensi keumatan yang kita miliki, pertama adalah potensi umat. Sekitar 250 juta umat Islam di Indonesia ini adalah pasar yang luar biasa. Kedua, Semua sumber kehidupan yang membuat kita bertahan hidup ada di dalam negeri kita sendiri,” ujarnya.
Pernyataan itu muncul seiring gelaran Indonesia Ekonomi Syariah (IES) 2026 Forum & Expo di kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta. Sebagaimana diberitakan laman Kanwil Kemenag Aceh, Menag membuka ajang tersebut di Plaza Bata Merah, Masjid Istiqlal, Jumat (30/10/2026). Antara Jateng mencatat Menag juga meninjau sejumlah stan, termasuk delegasi UIN Walisongo Semarang.
Nasaruddin secara khusus menyoroti peluang ekonomi berbasis masjid. Menurut dia, jaringan masjid yang dikelola profesional dapat menggerakkan ekonomi warga melalui unit usaha seperti minimarket dan pengelolaan wakaf produktif. Keuntungannya dapat kembali untuk kebutuhan masjid dan kesejahteraan jemaah.
“Kalau semua masjid itu punya usaha atau minimarket sendiri, keuntungannya dapat kembali untuk kemakmuran masjid dan jamaah. Kekuatan ekonomi umat, khususnya kaum ibu dan pedagang kecil, sangat besar jika kita fasilitasi dengan akses permodalan syariah,” lanjutnya.
Menag juga menyoroti kesiapan sumber daya manusia. Ia meminta perguruan tinggi dan fakultas ekonomi Islam mencetak lulusan yang menguasai fikih muamalah sekaligus terampil secara teknis sesuai kebutuhan industri perbankan syariah dan pasar global.
Direktur Zakat dan Wakaf Badan Pengelola Masjid Istiqlal, Budi Utomo, menyebut forum dan pameran itu bagian dari upaya menjadikan Istiqlal pusat ekosistem ekonomi syariah nasional. Pameran diikuti 46 stan dengan visi “Istiqlal Ecotourism dalam Green Economy”. Bagi pembaca yang ingin berkunjung, ulasan tentang wisata religi ke Masjid Istiqlal dapat menjadi rujukan.
Hingga berita ini disusun, belum ada rincian resmi mengenai skema permodalan syariah untuk unit usaha masjid yang dimaksud Menag. Gagasan tersebut masih berupa dorongan kebijakan dan contoh praktik yang dikembangkan Masjid Istiqlal.
Bagi jemaah dan calon jemaah umrah maupun haji, ekonomi syariah menyentuh kebutuhan sehari-hari, mulai dari tabungan haji di bank syariah hingga produk halal untuk bekal perjalanan. Pilih layanan keuangan syariah yang resmi dan produk bersertifikat halal, serta dukung usaha masjid di lingkungan sendiri.
Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.















Satu pemikiran pada “Menag Sebut Ekonomi Syariah Indonesia Raksasa Tidur, Dorong Masjid Kelola Minimarket untuk Kemakmuran Jemaah”
Komentar ditutup.