ELHARAMAIN NEWS – Banyak jemaah umrah bertanya-tanya apakah ada bacaan khusus yang wajib dilafalkan selama tujuh putaran tawaf, dan apa yang harus dilakukan bila tidak hafal doa berbahasa Arab. Jawaban ulama pada dasarnya menenangkan: tawaf adalah kesempatan berdoa, dan ada doa-doa yang dianjurkan tanpa menjadi syarat sah.
Apakah ada doa yang wajib dibaca saat tawaf? Menurut NU Online (14/5/2025), orang yang sedang tawaf pada dasarnya bebas berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT. Artikel itu mengutip Ustadz Sunnatullah yang menyebut bahwa orang yang tawaf boleh berdoa sesuai keinginannya, tetapi Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarhil Muhadzdzab memandang ada doa yang sangat dianjurkan dibaca melebihi doa lainnya.
Doa apa yang dianjurkan? Mengutip Imam Al-Mawardi dalam Al-Hawi al-Kabir, tulisan itu menyebut dua doa. Pada putaran pertama sampai ketiga dianjurkan membaca Allahummaj’alhu hajjan mabruran wa dzamban maghfuran wa sa’yan masykuran, yang artinya memohon agar ibadah ini menjadi haji yang mabrur, dosa yang diampuni, dan usaha yang disyukuri. Pada putaran keempat dan seterusnya dianjurkan Allahummaghfir warham wa’fu ‘amma ta’lamu innaka antal a’azzul akram, Allahumma atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar.
Bagaimana dengan dzikir para sahabat? MUI Digital memuat riwayat dalam Al-Mushannaf karya Ibnu Abi Syaibah, yang sanadnya dinilai sahih, bahwa Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu membaca Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar (QS Al-Baqarah: 201) saat tawaf. Dalam riwayat At-Thabrani, Ibnu Umar membaca tahlil, “la ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamd, biyadihil khair, wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir”, lalu menyambungnya dengan doa yang sama. Imam Syafi’i, menurut Al-Baihaqi dalam As-Sunan al-Kubra, menyukai agar jemaah bertakbir setiap kali sejajar dengan Hajar Aswad.
Apakah amalan lain disunnahkan? NU Online juga memuat ulasan Ustadz Zainuddin Lubis yang bersandar pada Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu: sunnah tawaf antara lain mengawali dengan mencium Hajar Aswad, berjalan kaki, mengusap rukun yamani, ramal (berjalan cepat) pada putaran yang ditentukan, dan berdoa. Sunnah-sunnah itu berfungsi menyempurnakan tawaf, bukan syarat sahnya.
Bagaimana jika tidak hafal doa Arab? Sumber-sumber di atas tidak membahas bahasa doa secara khusus. Yang ditegaskan adalah kebebasan isi doa, sehingga jemaah dapat memohon sesuai hajatnya. Untuk kepastian tata cara, termasuk soal bahasa, sebaiknya bertanya kepada pembimbing ibadah atau ulama yang menjadi rujukan rombongan.
Pembahasan fiqih tawaf lainnya dapat dibaca di artikel tentang tawaf memakai sandal dan sai dengan kursi roda. Bagi jemaah, cara sederhana adalah menghafal satu atau dua doa pendek dari tuntunan di atas, membawa buku doa saku, dan memanfaatkan sisa waktu tawaf untuk berdoa dengan khusyuk. Wallahu a’lam bisshawab.
Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.














