ELHARAMAIN NEWS – Pertanyaan yang sering muncul dari calon jemaah umrah: bagaimana nasib perjalanan dan dana saya bila terjadi situasi darurat atau force majeure? Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyinggung persoalan ini dalam kegiatan penguatan perlindungan dan keselamatan jemaah umrah pada 21–22 Oktober 2026.
Apa langkah yang disiapkan pemerintah? Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Harun Al Rasyid menyatakan perlindungan jemaah memerlukan koordinasi lintas pemangku kepentingan, termasuk kejelasan perlindungan asuransi dan penanganan situasi darurat. “Kebijakan perlindungan dan keselamatan memerlukan koordinasi lintas pemangku kepentingan,” ujarnya, Kamis (22/10/2026), sebagaimana disampaikan dalam rilis resmi Kementerian Haji dan Umrah.
Seberapa besar aktivitas umrah saat ini? Menurut Harun, aktivitas umrah melibatkan sekitar 4.100 jemaah per hari dengan keterlibatan hampir 130 travel, sehingga koordinasi yang optimal diperlukan agar perjalanan aman, tertib, dan terlindungi. Kemenhaj mendorong tindak lanjut kerja sama melalui surat keputusan bersama (SKB) dengan Direktorat Jenderal Imigrasi menjadi perjanjian kerja sama atau nota kesepahaman.
Bagaimana dengan uang jemaah? Mekanisme pembayaran biaya umrah melalui bank disebut perlu dikaji kembali agar dana jemaah tercatat dan aman, tetapi tidak menghambat penyelenggara membayar tiket dan hotel. Pembahasan serupa pernah kami ulas dalam artikel tentang rekening penampungan dana jemaah umrah. Kemenhaj juga menyebut hubungan hukum antara penyelenggara dan penyedia layanan perlu dikaji untuk memperjelas tanggung jawab saat terjadi gangguan perjalanan.
Apa yang dilakukan soal pengawasan dan kesehatan? Sistem Siskopatuh disebut perlu ditingkatkan dan diintegrasikan dengan data tiket, vaksinasi, dan asuransi. Kemenhaj mendorong aplikasi bagi petugas pengawas agar dapat membedakan penyelenggara resmi dengan yang tidak berizin; umrah ilegal dan peminjaman akses Siskopatuh akan ditindak. Penanganan jemaah yang belum divaksin di bandara perlu diseragamkan di seluruh Balai Kekarantinaan Kesehatan, dengan prinsip jemaah tidak langsung digagalkan keberangkatannya.
Apakah asuransi sudah menjamin? Belum sepenuhnya jelas. Cakupan asuransi untuk kondisi medis yang sudah ada sebelumnya dan situasi force majeure akan dikaji lebih lanjut lewat lokakarya bersama asosiasi penyelenggara umrah dan asosiasi asuransi, dengan tetap memperhatikan larangan penetapan harga seragam. Hingga berita ini disusun, belum ada ketentuan baru yang diumumkan.
Bagi calon jemaah, langkah paling aman adalah memilih penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) berizin resmi, meminta kejelasan tertulis soal asuransi dan kebijakan jika jadwal berubah, serta menyimpan salinan itinerari dan bukti pembayaran. Panduan saat jadwal berubah dapat dibaca pada artikel kami tentang jadwal penerbangan umrah. Wallahu a’lam bisshawab.
Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.














