Jalan Kaki Bertahap dan Senam Bersama Puskesmas, Cara Jemaah Haji Pangkep Siapkan Fisik ke Armuzna

Calon jemaah haji Pangkep berkaus seragam mengikuti senam sehat di halaman Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Foto: Kementerian Haji dan Umrah RI

ELHARAMAIN NEWS – Calon jemaah haji Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang dijadwalkan berangkat 2027 mengikuti jalan santai sekitar 1 kilometer dan senam sehat, Jumat (6/11/2026). Kegiatan ini melatih kebiasaan berjalan kaki sebagai bekal menghadapi rangkaian ibadah di Armuzna.

Jalan santai mengelilingi area kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pangkep itu didampingi langsung Kepala Kantor, H. Samuin. Setelahnya, jemaah mengikuti senam sehat yang dipandu tim kesehatan Puskesmas Pangkajene, sebagaimana disampaikan dalam rilis resmi Kementerian Haji dan Umrah melalui Kanwil Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) Kemenhaj Pangkep dengan Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Pangkep tentang pembinaan, pemantauan, dan pemeliharaan kesehatan jemaah haji. Menurut Samuin, jalan santai dan senam itu bukan sekadar olahraga, melainkan pembiasaan agar jemaah terbiasa berjalan kaki.

Ia mengingatkan, sebagian besar rangkaian haji, terutama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), menuntut jemaah berjalan kaki dalam jarak yang cukup jauh. Karena itu, jemaah diminta rutin berolahraga, menjaga pola hidup sehat, dan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing sejak dini.

Calon jemaah haji Pangkep mengikuti gerakan senam sehat bersama di halaman kantor Kemenhaj Pangkep
Foto: Kementerian Haji dan Umrah RI

Seberapa jauh jarak itu dijelaskan dalam artikel Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes yang ditulis analis kebijakan Syahrul Aminullah pada April 2026. Perjalanan dari tenda di Mina ke Jamarat pulang-pergi selama tiga hingga empat hari bisa mencapai total 27 kilometer.

Artikel yang sama menyarankan jemaah mulai rutin berjalan kaki pada pagi hari minimal 30 menit setiap hari. Jaraknya ditambah sedikit demi sedikit hingga mendekati simulasi jarak di Mina. Latihan itu sebaiknya sudah dimulai di Tanah Air minimal tiga sampai enam bulan sebelum keberangkatan. “Berjalan kaki harus menjadi budaya harian, bukan sekadar latihan dadakan menjelang keberangkatan,” tulisnya.

Untuk takaran mingguan, laman Ditjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes menganjurkan aktivitas fisik aerobik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu yang dibagi dalam beberapa hari. Jalan cepat termasuk contohnya, dan berjalan disebut sebagai cara paling mudah untuk memulai. Laman itu juga menyarankan latihan penguatan otot setidaknya dua hari dalam seminggu.

Dalam praktiknya, jemaah bisa memulai dari rute pendek di sekitar rumah atau masjid, lalu menambah waktu dan jarak setiap pekan sesuai kemampuan. Artikel BKPK Kemenkes juga menyarankan jemaah berlatih memakai sepatu yang akan dibawa ke Tanah Suci agar kaki tidak lecet saat beradaptasi dengan alas kaki baru.

Jemaah dengan penyakit jantung, hipertensi, diabetes, atau keluhan sendi sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter puskesmas sebelum menambah intensitas. Pemeriksaan kebugaran calon jemaah di daerah lain dapat dibaca dalam laporan tes kebugaran 500 calon jemaah di Tangerang Selatan.

Bagi calon jemaah haji 2027, mulailah dengan jalan kaki 30 menit pada pagi hari, catat jarak yang ditempuh, dan tambah sedikit setiap pekan. Ikuti pula senam atau kegiatan kebugaran yang digelar kantor Kemenhaj dan puskesmas setempat agar kondisi tubuh terpantau sejak jauh hari.

Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.

Related Post