ELHARAMAIN NEWS – Dehidrasi, hipoglikemia, kelelahan, turunnya nafsu makan, hingga keracunan makanan menjadi gangguan kesehatan yang kerap dialami jemaah haji selama di Arab Saudi. Hal itu dipaparkan dalam sosialisasi kesehatan bagi calon jemaah haji 2027 yang digelar Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Sebagaimana disampaikan dalam rilis resmi Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara, kegiatan itu berlangsung di Aula Kantor Kemenhaj Tapanuli Tengah, Senin (2/11/2026), bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat. Kepala Kantor Kemenhaj Tapanuli Tengah, Kifli Almujahit Batubara, mengingatkan bahwa ibadah haji membutuhkan fisik prima karena jemaah akan menghadapi rangkaian ibadah yang menguras tenaga, ditambah cuaca dan lingkungan yang berbeda di Arab Saudi.
Narasumber dari tenaga medis, dr. Hotma Nauli Hutagalung, menjelaskan masalah kesehatan yang sering muncul beserta langkah pencegahannya. Selain gangguan akut seperti dehidrasi dan hipoglikemia, calon jemaah diminta mewaspadai penyakit yang dapat memburuk selama ibadah, yakni hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung koroner, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Peserta juga diajak memperhatikan asupan makanan dan cairan serta mengelola stres.
Materi kedua disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah, Murni Ariani Harefa, tentang pentingnya istitaah kesehatan. Ia meminta setiap calon jemaah memperhatikan kondisi kesehatannya, mengikuti pemeriksaan, serta menjalankan anjuran dan pembinaan dari petugas medis.
Sejumlah kebiasaan sederhana berikut bisa mulai dilatih calon jemaah sejak sekarang. Untuk mencegah dehidrasi, biasakan minum air putih secara teratur tanpa menunggu haus. Untuk menghindari hipoglikemia, terutama bagi penyandang diabetes, jangan melewatkan jam makan dan selalu sediakan camilan manis ringan di tas. Kelelahan dapat ditekan dengan latihan jalan kaki rutin, misalnya 30 menit setiap hari, serta tidur yang cukup.
Keracunan makanan juga bisa dicegah dengan disiplin sederhana: segera menyantap makanan setelah dibagikan, tidak menyimpan nasi kotak terlalu lama, dan rajin mencuci tangan. Bagi pemilik hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung, kontrol rutin ke dokter dan kepatuhan minum obat menjadi kunci agar kondisi tetap stabil hingga hari keberangkatan. Topik serupa pernah kami bahas dalam ulasan pesan Menhaj agar calon jemaah menyiapkan fisik sejak sekarang.
Hingga berita ini disusun, ketentuan teknis pemeriksaan istitaah kesehatan untuk musim haji 1448 H/2027 M mengikuti jadwal dan arahan Kemenhaj serta dinas kesehatan di masing-masing daerah. Narasumber meminta calon jemaah mengikuti pemeriksaan kesehatan serta menjalankan anjuran dan pembinaan dari petugas medis.
Bagi calon jemaah haji maupun umrah, persiapan kesehatan sebaiknya tidak menunggu jadwal keberangkatan. Mulailah dari kebiasaan kecil hari ini: minum cukup, makan teratur, jalan kaki rutin, dan konsultasikan kondisi kesehatan secara berkala.
Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.














