Memilih dan Menjaga Alas Kaki saat Umrah: Tidak Licin, Dibawa Masuk Masjid, Siapkan Kaus Kaki Katun

Jemaah pria berbaju putih mengenakan sandal bertali dengan kaus kaki katun, di sampingnya kantong kain untuk menyimpan sandal
Ilustrasi

ELHARAMAIN NEWS – Alas kaki termasuk perlengkapan yang paling sering diremehkan calon jemaah umrah, padahal sandal yang salah pilih bisa membuat kaki lecet, melepuh, atau tergelincir. Kementerian Kesehatan RI meminta jemaah selalu memakai alas kaki saat beraktivitas di luar dan membawanya masuk ke masjid agar tidak hilang.

Imbauan itu disampaikan Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Liliek Marhaendro Susilo, dalam rilis Kementerian Kesehatan. “Untuk menjaga alas kaki biar tidak hilang atau lupa, pertama, jangan tinggalkan alas kaki di luar pintu masjid. Kedua, simpan alas kaki dalam tas dan bawa masuk ke dalam masjid. Simpan alas kaki dekat Anda duduk,” ujarnya.

Liliek juga meminta jemaah menghafal nomor rak bila menyimpan sandal di rak masjid, dan tidak menitipkan alas kaki kepada teman karena bisa terpisah dari rombongan. Jika sandal hilang, jemaah diminta segera menghubungi petugas di area masjid. “Jangan tinggalkan masjid tanpa alas kaki,” pesannya.

Soal jenis alas kaki, panduan yang mengacu pada imbauan Kemenkes dan dirangkum detikcom menyarankan sandal atau sepatu yang biasa dipakai, tidak sempit, tidak licin, dan tidak menimbulkan gesekan berlebih. Sandal baru yang belum pernah dipakai berjalan jauh sebaiknya tidak langsung dibawa ke Tanah Suci.

Kaus kaki berbahan katun juga dianjurkan. Bahan ini menyerap keringat sehingga kaki tidak lembap, sekaligus menjadi lapisan pelindung antara kulit dan sandal yang memicu lecet. Kebersihan kaki perlu dijaga dengan mencuci dan mengeringkannya setiap hari, lalu mengoleskan pelembap agar kulit tidak pecah-pecah.

Pemeriksaan kaki setiap malam penting bagi jemaah lansia dan penderita diabetes. Luka kecil, kemerahan, atau bengkak yang dibiarkan bisa berkembang menjadi infeksi. Bila kaki terlanjur melepuh, jemaah dianjurkan menepi ke tempat teduh, mengguyur bagian yang melepuh dengan air mengalir bersuhu ruang sekitar 20 menit, tidak memecahkan gelembungnya, lalu mencari pertolongan medis.

Pertimbangan memilih alas kaki tidak hanya soal panas. Pada musim umrah November hingga Januari, Arab Saudi diprakirakan lebih sering diguyur hujan, sebagaimana diberitakan dalam laporan prakiraan cuaca Saudi hingga Januari 2027. Lantai marmer dan jalan yang basah menuntut sol yang tidak licin dan tali yang mengunci kaki dengan baik.

Membawa sepasang alas kaki cadangan bersifat opsional, tetapi berguna bila sandal utama rusak atau tertukar. Kantong kain kecil atau tas serut khusus sandal juga memudahkan jemaah membawa alas kaki ke dalam masjid tanpa mengotori tempat salat. Ulasan lain tentang kesehatan kaki jemaah bisa dibaca dalam laporan imbauan Saudi menjaga kesehatan kaki.

Bagi calon jemaah umrah, biasakan berjalan kaki 30 menit dengan sandal yang akan dibawa sejak beberapa pekan sebelum berangkat. Cara ini membantu memastikan sandal nyaman dipakai jauh, sekaligus melatih telapak kaki menghadapi tawaf dan sa’i yang bisa menempuh beberapa kilometer dalam sekali ibadah.

Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.

Related Post