ELHARAMAIN NEWS – Arafah dikenal sebagai puncak ibadah haji, tempat jutaan jemaah berwukuf setiap 9 Dzulhijjah. Namun di balik padang luas itu tersimpan catatan sejarah yang penting bagi umat Islam: di sinilah Rasulullah SAW menyampaikan Khutbah Wada’, khutbah perpisahan pada Haji Wada’. Sejumlah tempat di sekitarnya, dari Jabal Rahmah hingga Masjid Namirah, kerap menjadi tujuan ziarah jemaah.
Menurut Republika yang mengutip laman Kemenag, pada tahun ke-10 Hijriah, atau dua tahun setelah Fathu Makkah, Nabi Muhammad SAW bersama kaum Muslimin bergerak menuju Arafah dan tiba di Namirah, sebuah desa di sebelah timur Arafah. Beliau hendak menunaikan haji perpisahan. Dari Mina, Rasulullah SAW menunggang unta bernama Al-Qashwa menuju Arafah sambil bertalbiyah bersama ribuan jemaah.

Riwayat yang dikutip Republika menyebut Rasulullah SAW menghentikan untanya di tempat yang agak tinggi di lembah Arafah. Rabi’ah bin Umayyah bin Khalaf, yang bersuara lantang, bertugas menyambung suara beliau agar terdengar oleh jemaah yang berhimpun. Khutbah dibuka dengan puji dan syukur kepada Allah. Di antara pesan pokoknya, darah, harta, dan kehormatan sesama manusia haram dilanggar, amanah harus ditunaikan kepada pemiliknya, dan riba dihapuskan. Khutbah itu, dengan sedikit perubahan, kembali disampaikan keesokan harinya, 10 Dzulhijjah, di Mina.
Soal lokasi khutbah, sumber-sumber sejarah tidak sepenuhnya seragam. Republika, mengutip Ensiklopedia Peradaban Islam Makkah dalam artikel tentang tempat bersejarah di Arafah, menyebut Rasulullah SAW membangun kemah di Namirah, lalu setelah matahari tergelincir berpindah ke Wadi Uranah untuk berkhutbah serta menunaikan salat Zuhur dan Asar. Lembah Uranah berada di perbatasan sebelah barat Arafah. Masjid Namirah kini berdiri di perbatasan itu; hanya bagian belakangnya yang termasuk Arafah, dan menurut sumber yang sama dapat menampung sekitar 350 ribu jemaah.
Adapun Jabal Rahmah, bukit kecil di bagian timur Arafah, dikaitkan dengan pertemuan kembali Nabi Adam dan Siti Hawa di bumi, meski sebagian ahli sejarah berpendapat berbeda. Bukit ini juga dikenal dengan nama an-Nabitah dan Jabal ad-Du’a. Di kakinya terdapat Masjid Shukhairat, yang menurut sumber tersebut menjadi tempat Rasulullah SAW wukuf menghadap kiblat hingga matahari terbenam sebelum bergerak ke Muzdalifah.
Bagi jemaah umrah, kunjungan ke Arafah biasanya berupa ziarah, bukan wukuf, seperti terlihat pada dokumentasi Group 4 Oktober Premium. Adapun wukuf haji 1448 H dijadwalkan pada 15 Mei 2027, sebagaimana dalam rencana perjalanan haji 2027. Ketika berziarah, jangan memanjat bukit secara berlebihan, hindari keyakinan khusus yang tidak ada dasarnya, dan perbanyak doa serta dzikir sambil menjaga kesehatan di cuaca panas.
Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.















3 pemikiran pada “Arafah, Tempat Khutbah Wada Rasulullah SAW dan Jejak Bersejarah di Sekitar Jabal Rahmah”
Komentar ditutup.