Masjid Khandaq dan Masjid Al-Fath di Madinah, Jejak Parit Pertahanan dan Doa Kemenangan Rasulullah SAW

elharamaindigital

Rombongan jemaah umrah berfoto dengan spanduk di halaman Masjid Quba, Madinah
Foto ilustrasi: Dokumentasi Elharamain Wisata

ELHARAMAIN NEWS – Di sisi utara Madinah, kawasan yang dikenal sebagai Masjid Khandaq atau Masjid Khamsah menyimpan jejak salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. Khandaq berarti parit, merujuk pada parit pertahanan yang digali ketika pasukan Quraisy dan sekutunya mengepung Madinah, sebagaimana diulas Republika.

Menurut Republika, pengepungan itu terjadi pada bulan Syawal tahun kelima Hijriah. Ketika Rasulullah SAW mendengar rencana serangan tersebut, beliau bermusyawarah dengan para sahabat. Salman al-Farisi, sahabat yang berasal dari Persia, mengusulkan agar kaum Muslimin menggali parit sebagai benteng pertahanan. Usul itu diterima dan penggalian dilakukan di bawah pimpinan Rasulullah SAW sendiri.

Peninggalan Perang Khandaq yang masih ada hingga kini, tulis Republika dengan merujuk buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah terbitan Ditjen PHU Kementerian Agama (2020), berupa lima unit pos jaga dari tujuh yang semula berdiri. Sebagian riwayat menyebut lokasi itu bekas pos penjagaan yang kemudian dibangun masjid di atasnya.

Tidak jauh dari sana berdiri Masjid Al-Fath di sebelah barat Gunung Sila’, di tanah lapang yang kini dikenal dengan sebutan Al-Masajid As-Sab’ah. Republika mencatat, Rasulullah SAW mendirikan kemah di sekitar Gunung Sila’ saat Perang Ahzab dan salat di lokasi tersebut, sebagaimana diriwayatkan Mu’adz bin Sa’ad. Di tempat itu pula beliau mendoakan kehancuran pasukan sekutu; Allah kemudian mengirim angin yang menghancurkan kemah-kemah mereka dan musuh pun kocar-kacir.

Nama Al-Fath bermakna kemenangan. Republika menukil bahwa nama itu berkaitan dengan sabda Rasulullah SAW, “Bergembiralah kalian dengan kemenangan dan pertolongan dari Allah.” Masjid ini juga dikenal dengan nama Masjid Al-Ahzab. Sumber yang sama menegaskan bahwa surah Al-Fath tidak diturunkan di tempat tersebut, melainkan di antara Makkah dan Madinah terkait Perjanjian Hudaibiyah. Adapun dugaan bahwa Umar bin Abdul Aziz yang membangun masjid-masjid di kawasan itu masih disampaikan dengan kata “barangkali”.

Hingga berita ini disusun, kondisi dan akses setiap bangunan di kawasan tersebut dapat berubah. Rincian riwayat, jumlah masjid, dan tahun peristiwa juga bisa berbeda antarsumber, sehingga pembaca disarankan merujuk kitab sirah dan bertanya kepada mutawif sebelum berkunjung.

Bagi jemaah yang berziarah ke Madinah, kawasan Khandaq biasanya melengkapi rangkaian ziarah bersama Masjid Quba dan Jabal Uhud. Datangi dengan niat mengambil pelajaran tentang musyawarah, kerja sama, dan kepercayaan kepada pertolongan Allah, serta jaga adab dan ketertiban di sekitar lokasi.

Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.

Related Post