Mina, Tempat Jemaah Haji Bermalam dan Melontar Jumrah: Jejak Nabi Ibrahim hingga Masjid Khaif

elharamaindigital

Rombongan jemaah haji Elharamain Wisata berfoto malam hari di kawasan kompleks Jamarat, Mina
Foto ilustrasi: Dokumentasi Elharamain Wisata

ELHARAMAIN NEWS – Bagi jemaah haji, Mina adalah kawasan tempat bermalam (mabit) pada hari-hari tasyrik sekaligus lokasi melontar jumrah. Di balik rangkaian manasik itu, Mina menyimpan jejak sejarah yang dikaitkan dengan kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS, serta riwayat Rasulullah SAW saat berhaji.

Menurut penjelasan yang dimuat Republika dan Detik, di Mina Nabi Ibrahim melempar jumrah dan menyembelih domba sebagai pengganti Ismail, kisah yang menjadi dasar praktik kurban. Pada masa Rasulullah SAW, penyembelihan kurban tidak hanya dilakukan di Mina. Kini, di Mina terdapat tiga tugu jumrah yang wajib dilempar jemaah haji: Ula (disebut juga Sugra), Wustha, dan Aqabah, yang dimaknai sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan dan hawa nafsu.

Rombongan jemaah haji Elharamain Wisata berfoto malam hari di kawasan kompleks Jamarat, Mina
Foto ilustrasi: Dokumentasi Elharamain Wisata

Salah satu situs yang sering disebut adalah Masjid Khaif. Republika dalam rubrik “Bermalam di Mina” menulis bahwa masjid ini berada di selatan Bukit Mina, dekat Jumrah Sugra, dan dinamai al-Khaif karena berdiri di bukit batu yang landai. Hadis riwayat at-Tirmidzi menyebut Nabi Muhammad SAW salat Subuh di sana saat haji. Ada pula riwayat Thabrani tentang salat 70 nabi di masjid tersebut; Al-Albani, sebagaimana dicatat Detik, tidak menerima keshahihannya. Masjid ini beberapa kali direnovasi, terakhir pada 1407 H pada masa Raja Fahd bin Abdul Aziz; luasnya dilaporkan berbeda antarsumber.

Dari sisi fiqih, mabit di Mina dilakukan pada malam tasyrik, yaitu 11–12 Dzulhijjah bagi yang mengambil nafar awal dan 11–13 Dzulhijjah untuk nafar tsani. Menurut Detik, mayoritas ulama menghukumi mabit ini wajib, sedangkan Imam Abu Hanifah dan sebagian pendapat Imam Syafi’i menyebutnya sunah. Republika mencatat jemaah yang tidak bermalam di Mina wajib membayar dam; ketentuan dam secara umum dapat dibaca dalam penjelasan empat kategori dam.

Mina berdekatan dengan dua lokasi puncak haji lain, yakni Arafah dan Muzdalifah. Kisah Arafah, tempat khutbah wada Rasulullah SAW, dapat dibaca pada ulasan tentang Arafah. Sebagian artikel rujukan yang kami baca terbit beberapa tahun lalu, sehingga data fasilitas dan teknis di Mina sebaiknya dicek ulang pada informasi resmi Kemenhaj atau PPIH menjelang musim haji.

Bagi calon jemaah haji, memahami sejarah Mina membantu menghayati manasik, bukan sekadar menjalaninya. Latihlah fisik untuk berjalan jauh, pelajari urutan lontar jumrah bersama pembimbing, dan ikuti arahan petugas terkait waktu yang aman untuk melontar agar ibadah berjalan tertib.

Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.

Related Post