ELHARAMAIN NEWS – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya membahas peluang memperluas keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam ekosistem ekonomi haji dan umrah. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Menteri Haji dan Umrah, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Sebagaimana disampaikan dalam rilis resmi Kementerian Haji dan Umrah, kedua menteri membicarakan pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah, termasuk sektor-sektor usaha yang bisa digarap pelaku UMKM dari kebutuhan penyelenggaraan ibadah.
Menhaj Irfan Yusuf menilai penyelenggaraan haji tidak hanya urusan layanan jemaah. “Kami terus mendorong penguatan potensi ekonomi sektor haji agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian nasional. Penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya berkaitan dengan pelayanan jemaah, tetapi juga memiliki peluang besar dalam membangun ekosistem ekonomi yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Salah satu program yang akan diperkuat adalah Expo UMKM Ekosistem Ekonomi Haji. Pameran ini menjadi tempat pelaku usaha memperkenalkan produk, mencari mitra, dan membaca kebutuhan pasar haji dan umrah.
“Melalui Expo UMKM Ekosistem Ekonomi Haji, kita berupaya membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk mengambil peran strategis dalam rantai ekonomi haji dan umrah. Dengan demikian, potensi ekonomi yang ada dapat dioptimalkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta perekonomian Indonesia,” kata Irfan.
Dalam pertemuan itu, Menhaj didampingi Sekretaris Jenderal Kemenhaj Teguh Dwi Nugroho dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Jaenal Effendi. Kerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif diharapkan menghubungkan pelaku ekonomi kreatif dengan peluang usaha di sektor haji dan umrah.
Expo UMKM sudah digelar di sejumlah daerah sepanjang Oktober 2026. Yogya Expo pada 23–25 Oktober 2026 mencatat potensi perputaran ekonomi Rp22,86 miliar dan memasukkan 122 UMKM ke proses kurasi Haji dan Umrah Store. Sebelumnya, Sulsel Expo membukukan perputaran Rp9,64 miliar, sedangkan Bali Expo mencatat dampak ekonomi Rp1,45 miliar dengan 30 UMKM dikurasi untuk Haji dan Umrah Store.
Irfan sebelumnya menyebut belanja jemaah haji mencapai sekitar Rp4 triliun, seperti dimuat dalam berita belanja jemaah haji.
Kemenhaj berharap pengembangan ekonomi haji dan umrah ikut menggerakkan industri dalam negeri. Dalam rilisnya, Kemenhaj menyebut potensi pasar sektor ini luas sehingga bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional, tidak terbatas pada layanan ibadah semata.
Hingga berita ini disusun, rilis Kemenhaj belum merinci bentuk kerja sama teknis maupun jadwal program bersama kedua kementerian.
Bagi calon jemaah, keterlibatan UMKM membuka peluang tersedianya lebih banyak produk dalam negeri untuk kebutuhan ibadah, dari kain ihram, busana, hingga makanan khas Nusantara. Saat menyiapkan perlengkapan, utamakan produk yang jelas label halal dan mutunya, serta sesuaikan dengan daftar bawaan dari pembimbing agar koper tidak melebihi batas bagasi.
Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.














