Kemenhaj Meranti Pantau Keberangkatan Lima Jemaah Umrah Travel Al Faruq di Pelabuhan Selatpanjang

elharamaindigital

Jemaah umrah membawa koper di pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang
Foto: Kementerian Haji dan Umrah RI

ELHARAMAIN NEWS – Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Surasman, M.Pd.I, memantau langsung keberangkatan jemaah umrah dari Travel Al Faruq di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Rabu (21/10/2026). Hal itu disampaikan dalam rilis Kemenhaj Meranti yang dimuat di situs Kemenhaj Provinsi Riau.

Menurut rilis, rombongan berasal dari Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, dan terdiri atas lima orang jemaah: satu laki-laki dan empat perempuan. Mereka didampingi Said Jaujani, yang bertanggung jawab terhadap jemaah Travel Al Faruq di Selatpanjang.

Keberangkatan itu disebut sebagai keberangkatan jemaah umrah ketiga pada 2026 yang melalui Selatpanjang dan menjadi bagian dari perhatian serta pemantauan Kemenhaj Kabupaten Kepulauan Meranti terhadap penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah di wilayah tersebut.

Surasman menyebut pemantauan dilakukan sebagai bentuk perhatian kementerian terhadap perjalanan jemaah, sekaligus memperkuat koordinasi dengan pihak travel agar ibadah berlangsung tertib, aman, dan lancar. Ia berharap komunikasi antara kementerian dan penyelenggara terus meningkat sehingga jemaah memperoleh pelayanan yang baik sejak keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air. Ia juga mendoakan agar seluruh jemaah diberi kesehatan, keselamatan, dan kemudahan menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Rilis tidak menjelaskan rincian rute lanjutan, jadwal penerbangan, maupun status izin penyelenggara, sehingga hal-hal tersebut tidak dapat dipastikan dari sumber yang tersedia. Pemantauan di titik keberangkatan seperti ini merupakan salah satu bentuk kehadiran negara dalam pengawasan umrah, di tengah pengetatan aturan bagi penyelenggara. Kami sebelumnya melaporkan bahwa aturan baru perizinan travel umrah mewajibkan modal dasar Rp5 miliar dan manasik minimal 20 jam.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan tambahan dari Kemenhaj mengenai hasil pemantauan atau temuan di lapangan selain yang tercantum dalam rilis tersebut.

Bagi calon jemaah, terutama yang berangkat dari daerah kepulauan atau titik keberangkatan di luar bandara utama, ada beberapa hal yang patut disiapkan: pastikan penyelenggara berizin, simpan salinan dokumen perjalanan, konfirmasi jadwal dan titik kumpul sejak jauh hari, serta ikuti manasik sebelum berangkat. Jika ada kendala di perjalanan, hubungi pendamping rombongan dan kantor Kemenhaj setempat.

Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.

Related Post