ELHARAMAIN NEWS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) akan merilis buku berjudul Haji 2026: Wajah Baru Haji Indonesia. Buku terbitan Haji dan Umrah Press itu merekam penyelenggaraan haji 2026, yang menjadi musim haji perdana di bawah kementerian khusus, sejak jemaah bersiap di Tanah Air hingga kembali ke daerah asal.
Sebagaimana disampaikan dalam rilis resmi Kementerian Haji dan Umrah, tata kelola haji secara murni ditangani Kemenhaj mulai 8 September 2025. Kehadiran kementerian ini dilatarbelakangi tekad Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki tata kelola sekaligus meningkatkan layanan kepada jemaah haji Indonesia.
Di bawah kepemimpinan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dan Wakil Menteri Dahnil Anzar Simanjuntak, sejumlah perubahan disebut menyentuh langsung layanan jemaah. Di antaranya penurunan biaya haji, penyamarataan antrean, penguatan standar kesehatan, hingga pembukaan embarkasi baru.
Di Arab Saudi, rilis tersebut mencatat inovasi berupa peningkatan kualitas akomodasi hotel, standar baru layanan bus, penyediaan konsumsi siap santap atau ready to eat, pendirian layanan kesehatan satelit, serta layanan khusus bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas. Untuk menekan praktik rente dan penipuan terhadap jemaah, Kemenhaj juga melibatkan sejumlah kementerian, lembaga, dan aparat penegak hukum.
Seluruh rangkaian itu dihimpun dalam buku yang disusun tim yang diketuai Akhmad Fauzin, Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Kemenhaj. Menurut dia, buku tersebut dirancang sebagai rujukan utama tentang penyelenggaraan haji 2026.
“Buku ini semacam menjadi buku induk. Isinya mencakup lengkap penyelenggaraan haji sehingga tepat untuk dijadikan referensi bagi penyelenggara, praktisi, akademisi, pengamat dan pihak lainnya,” ujar Akhmad Fauzin di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Fauzin menambahkan, selain mendokumentasikan penyelenggaraan haji, buku itu dilengkapi data yang disajikan dalam bentuk infografik dan didukung foto. “Harapannya, buku ini semakin mudah untuk dibaca sehingga memberikan kemanfaatan yang besar kepada publik,” pungkasnya.
Kemenhaj memosisikan buku ini bukan sekadar rekam jejak, melainkan juga bentuk transparansi kepada masyarakat. Kementerian berharap capaian yang telah diraih dapat dijaga dan disempurnakan demi ekosistem penyelenggaraan haji yang aman, nyaman, dan berkeadilan. Sejumlah capaian tersebut sebelumnya juga pernah diulas dalam laporan dua tahun pembenahan haji.
Hingga berita ini disusun, Kemenhaj belum mengumumkan tanggal peluncuran resmi maupun cara memperoleh buku tersebut. Rilis hanya menyebut buku akan dirilis dan diterbitkan oleh Haji dan Umrah Press.
Bagi calon jemaah, dokumentasi semacam ini dapat menjadi bahan belajar untuk memahami alur layanan haji, mulai dari asrama embarkasi, akomodasi di Makkah dan Madinah, hingga layanan kesehatan di Tanah Suci. Memahami gambaran layanan sejak awal membantu jemaah menyiapkan diri lebih tenang dan menyusun ekspektasi yang realistis sebelum berangkat.
Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.














