Puskesmas Dampingi Calon Jemaah dari Rumah ke Rumah, Gorontalo Catat Semua Jemaah Haji 2026 Pulang

elharamaindigital

Kepala Kanwil Kemenhaj Gorontalo Mansur Basir berbicara dalam pertemuan evaluasi pelayanan kesehatan haji
Foto: Kementerian Haji dan Umrah RI

ELHARAMAIN NEWS – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Gorontalo, Mansur Basir, menyebut pendampingan kesehatan oleh petugas Puskesmas dari rumah ke rumah menjadi kunci jemaah haji Gorontalo tahun 2026 seluruhnya berangkat dan kembali ke Tanah Air. Hal itu ia sampaikan dalam Pertemuan Evaluasi Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Haji Tingkat Kota Gorontalo, Rabu (4/11/2026).

Sebagaimana disampaikan dalam rilis resmi Kementerian Haji dan Umrah Gorontalo, Mansur menilai keberhasilan itu tidak semata karena kuota jemaah Gorontalo relatif kecil. Menurut dia, faktor utamanya adalah keseriusan pemeriksaan dan pendampingan kesehatan sejak tingkat paling bawah.

“Teman-teman dari Puskesmas melakukan pendampingan kepada jemaah haji secara door to door. Ini nyata dan menjadi salah satu kekuatan kita. Sehingga jemaah yang berpotensi mengalami kendala istitha’ah dapat terdeteksi dan ditangani lebih dini sebelum masuk asrama haji,” kata Mansur.

Ia memaparkan capaian dua musim terakhir. Pada 2025, seluruh jemaah haji Gorontalo kembali ke Tanah Air tanpa ada yang wafat maupun tertinggal menjalani perawatan di Arab Saudi. Pada 2026, Gorontalo mencatat 100 persen jemaah berangkat dan 100 persen pulang.

“Pada 2026 lebih spektakuler lagi, 100 persen berangkat dan 100 persen pulang. Kuncinya adalah pengetatan istitha’ah kesehatan. Para pahlawan istitha’ah ini adalah teman-teman di Puskesmas dan Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Menurut Mansur, penyaringan sejak di Puskesmas membuat calon jemaah yang berpotensi tidak memenuhi syarat kesehatan diketahui lebih awal. Persoalan pun tidak muncul mendadak menjelang keberangkatan. Ia meminta kolaborasi lintas sektor ini dipertahankan, termasuk saat menghadapi perubahan kebijakan penyelenggaraan haji.

“Keberhasilan penyelenggaraan haji bukan kerja satu instansi, tetapi hasil kolaborasi semua pihak,” tutur Mansur dalam pertemuan yang dihadiri jajaran kesehatan dan praktisi penyelenggaraan haji itu.

Pemerintah pusat juga tengah menekankan pembinaan kesehatan sejak dini menjelang musim haji 1448 H/2027 M. Kemenhaj sebelumnya menegaskan bahwa pemeriksaan istithaah kesehatan bukan penghambat, melainkan upaya agar calon jemaah dibina dan siap secara fisik sebelum berangkat.

Bagi calon jemaah haji, manfaatkan pemeriksaan dan pembinaan kesehatan di Puskesmas sejak jauh hari. Bawa catatan riwayat penyakit dan obat rutin saat diperiksa, ikuti jadwal kontrol yang diberikan petugas, dan mulai rutin berjalan kaki agar stamina terbentuk sebelum pemeriksaan istithaah penetapan.

Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.

Related Post