Kereta Cepat Haramain Angkut 8,53 Juta Penumpang 2025, Madinah Lirik Paket Umrah plus Kereta

elharamaindigital

Jemaah berpakaian ihram membawa tas berjalan di peron di samping dua rangkaian Kereta Cepat Haramain berwarna putih

ELHARAMAIN NEWS – Kereta Cepat Haramain yang menghubungkan Makkah dan Madinah mengangkut sekitar 8,53 juta penumpang sepanjang 2025, dengan rata-rata 96 perjalanan per hari. Lonjakan penumpang ini, menurut buletin ekonomi Kamar Dagang Madinah, membuka peluang layanan baru bagi peziarah, mulai dari antar-jemput stasiun hingga paket umrah yang memadukan tiket kereta.

Sebagaimana dilaporkan Saudi Press Agency (SPA) dari Madinah, Sabtu (31/10/2026), data itu termuat dalam buletin ekonomi edisi ke-69 Kamar Dagang Al-Madinah Al-Munawwarah. Jumlah perjalanan harian 2025 naik 31,5 persen dibanding 73 perjalanan per hari pada 2024.

Armada kereta Haramain tercatat terdiri atas 70 rangkaian kereta dengan 455 gerbong penumpang dan kapasitas 14.595 kursi. Stasiun Madinah sendiri melayani sekitar 6,04 juta penumpang datang dan berangkat pada 2025, naik 48 persen dari 4,09 juta penumpang pada 2023. Angka itu setara sekitar 16.600 penumpang per hari, atau 35,4 persen dari seluruh pergerakan penumpang di semua stasiun.

Rombongan jemaah berpakaian ihram membawa tas berjalan di peron Stasiun Haramain dengan papan penunjuk tujuan Makkah

Buletin tersebut memetakan sejumlah peluang usaha yang lahir dari ramainya penumpang. Di antaranya layanan antar-jemput antara stasiun, kawasan pusat kota, dan hotel; transportasi dari pintu ke pintu yang menghubungkan stasiun, hotel, dan bandara; paket umrah yang menggabungkan tiket kereta, akomodasi, dan tur; serta wisata ke situs-situs bersejarah.

Peluang lain mencakup penambahan gerai ritel serta makanan dan minuman di stasiun, pengembangan proyek serbaguna di sekitarnya, hingga layanan parkir dan penyewaan mobil. Buletin memperkirakan permintaan puncak bulanan untuk layanan-layanan tersebut mencapai sekitar 739.000 penumpang. Pertumbuhan lalu lintas kereta, menurut buletin itu, turut menggerakkan ekonomi lokal dan menambah daya tarik Madinah sebagai tujuan investasi.

Bagi jemaah Indonesia, kereta Haramain sudah menjadi bagian dari perjalanan umrah. Kereta ini juga dipakai jemaah umrah Indonesia untuk rute Madinah–Makkah, termasuk rombongan Elharamain Wisata dalam dokumentasi Group 18 Oktober Silver. Jemaah yang berangkat dari Madinah untuk berumrah tetap wajib berihram dari miqat Dzulhulaifah (Bir Ali), sebagaimana dibahas dalam ulasan fiqih miqat bagi jemaah Indonesia.

Hingga berita ini disusun, angka yang dikutip merupakan data buletin Kamar Dagang Madinah untuk 2025. Rilis SPA tidak menyebutkan perubahan jadwal, tarif, maupun aturan tiket kereta untuk musim umrah berjalan, sehingga ketentuan perjalanan tetap mengikuti informasi resmi operator.

Bagi calon jemaah umrah yang dijadwalkan naik kereta Haramain, tanyakan kepada penyelenggara apakah tiket sudah termasuk paket, datang ke stasiun lebih awal, dan kemas barang bawaan dalam koper yang mudah diangkat. Ikuti arahan pembimbing soal waktu dan tempat berihram agar perjalanan menuju Makkah tetap tenang.

Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.

Related Post