Masjid Qiblatain di Madinah, Saksi Perpindahan Kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah

elharamaindigital

Tampak depan Masjid Qiblatain di Madinah dengan kubah putih, dua menara, dan dinding berlengkung

ELHARAMAIN NEWS – Masjid Qiblatain di Madinah dikenal sebagai tempat Rasulullah SAW dan para sahabat memutar arah salat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah. Nama Qiblatain berarti “dua kiblat”, merujuk peristiwa bersejarah yang kini menjadi salah satu titik ziarah jemaah umrah dan haji di Madinah.

Tampak depan Masjid Qiblatain di Madinah dengan kubah putih, dua menara, dan dinding berlengkung

Menurut ulasan NU Online yang ditulis Patoni, masjid ini dahulu bernama Masjid Bani Salamah dan terletak di kawasan Bani Salamah, sekitar tujuh kilometer dari Masjid Nabawi. Peristiwa perpindahan kiblat terjadi saat salat Zuhur berjamaah pada 15 Syaban tahun kedua Hijriah, setelah turun wahyu dalam Surah Al-Baqarah ayat 144 yang memerintahkan umat Islam menghadap Masjidil Haram. Rasulullah SAW pun memutar arah salat sekitar 180 derajat di tengah rakaat, diikuti para jemaah.

Perlu dicatat, sebagian sumber lain menyebut waktu yang berbeda, misalnya bulan atau waktu salatnya, sehingga pembaca yang ingin rincian dalil dan riwayat sebaiknya merujuk kitab sirah dan hadis. Artikel NU Online sendiri tidak mengutip teks hadis tertentu.

Dari sisi bangunan, masjid ini pernah memiliki dua mihrab, satu menghadap Al-Aqsa dan satu menghadap Ka’bah. Mihrab lama kini ditutup, sementara penanda di bagian dalam dipertahankan sebagai pengingat sejarah. NU Online mencatat renovasi pada masa Sultan Sulaiman dari Utsmani (1530–1543 M) dan perluasan terbesar pada 1987 di era Raja Fahd, dari sekitar 425 meter persegi menjadi sekitar 3.920 meter persegi. Kapasitasnya kini disebut sekitar 2.000 hingga 4.000 jemaah, dengan fasilitas tambahan seperti pusat budaya, ruang pameran, lift, dan jalur kursi roda.

Madinah memiliki banyak jejak sejarah lain, antara lain Masjid Quba sebagai masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW dan Masjid Khandaq dan Masjid Al-Fath. Hingga artikel ini disusun, angka kapasitas dan fasilitas mengikuti laporan NU Online yang ditulis pada Juni 2025 dan dapat berubah, sehingga jemaah disarankan memeriksa kondisi terbaru melalui pembimbing.

Bagi jemaah, ziarah ke Masjid Qiblatain adalah pengingat tentang ketaatan pada perintah Allah SWT. Datanglah dengan tertib bersama rombongan, jaga adab di dalam masjid, hindari berdesakan saat berfoto, dan manfaatkan waktu untuk salat serta berdoa.

Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.

Related Post