ELHARAMAIN NEWS – Sabar dan syukur menjadi tema pengajian Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bengkulu Utara bersama Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) dan para jemaah haji, Rabu (4/11/2026). Dua sikap itu, menurut penceramahnya, adalah bekal yang menjaga kemabruran haji setelah jemaah kembali ke kampung halaman.
Pengajian di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kemenhaj Bengkulu Utara itu menghadirkan Ustaz H. Damami AM sebagai penceramah, sebagaimana dimuat dalam rilis resmi Kementerian Haji dan Umrah Bengkulu. Ia menyebut sabar sebagai kunci menghadapi tantangan dengan keikhlasan dan keteguhan hati, sedangkan syukur adalah wujud penghambaan kepada Allah SWT atas nikmat yang diterima.
Kepala Kantor Kemenhaj Bengkulu Utara, H. Hamid Muhakkam, dalam sambutannya mengingatkan bahwa predikat haji mabrur tidak hanya tercermin dari kesempurnaan ibadah selama di Tanah Suci. Ukurannya juga terlihat dari perubahan sikap, peningkatan kualitas ibadah, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Pasangan sabar dan syukur punya dasar yang kuat dalam hadis. Rasulullah SAW bersabda dalam riwayat Imam Muslim dari Shuhaib radhiyallahu ‘anhu: “Orang mukmin itu mengagumkan. Semua perkara tentangnya bernilai kebaikan, dan ini tidak terjadi kecuali kepada orang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan kemudian bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ditimpa musibah kemudian ia bersabar, itu juga baik baginya.” Terjemahan ini dikutip dari khutbah Jumat di NU Online.
Khutbah yang sama mengutip Syekh Abdul Ra’uf al-Munawi dalam kitab Faidul Qadir. Menurut al-Munawi, selama seorang hamba masih memikul beban syariat, jalan kebaikan selalu terbuka baginya, sebab hidupnya berkisar antara nikmat yang wajib disyukuri, musibah yang harus disikapi dengan sabar, perintah yang dijalankan, dan larangan yang ditinggalkan.
Bagi orang yang pernah berhaji atau berumrah, dua sikap itu pernah diuji secara nyata. Antrean panjang di bandara, kamar yang harus dibagi dengan jemaah lain, cuaca yang tidak bersahabat, hingga jarak tempuh dari hotel ke masjid adalah latihan sabar. Kesempatan bersujud di Masjidil Haram, duduk di Masjid Nabawi, dan pulang dengan selamat adalah nikmat yang menuntut syukur.
Al-Qur’an menjanjikan ganjaran besar bagi orang yang sabar: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan.” (QS Az-Zumar: 10). Janji itu relevan bagi jemaah yang sepulang dari Tanah Suci kembali menghadapi urusan pekerjaan, keluarga, dan masyarakat, tempat kemabruran haji benar-benar diuji.
Pesan tentang menjaga ibadah setelah pulang juga pernah kami angkat dalam renungan Haji Tak Berhenti di Tanah Suci.
Bagi calon jemaah umrah dan haji, latihan sabar dan syukur bisa dimulai sebelum berangkat: menerima jadwal dan pembagian kamar dengan lapang dada, tidak mengeluh ketika rencana berubah, dan memperbanyak ucapan alhamdulillah atas setiap kemudahan. Bagi yang sudah pulang, jaga silaturahmi dengan sesama jemaah dan teruskan kebiasaan baik yang dibangun selama di Tanah Suci.
Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.














