ELHARAMAIN NEWS – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Timur menyiapkan pola bimbingan manasik haji dan umrah 1448 H/2027 M, yakni satu kali pertemuan di tingkat kabupaten/kota dan enam kali di tingkat kecamatan. Ketentuan itu disampaikan Kepala Kanwil Kemenhaj Jatim, Dr. H. Mahmudi, S.Ag., M.A., dalam kegiatan pembinaan di Kantor Kemenhaj Kabupaten Jombang, Jumat (30/10/2026).
Sebagaimana disampaikan dalam rilis resmi Kemenhaj Jatim, kegiatan bertajuk Pembinaan dan Persiapan Bimbingan Manasik Haji dan Umrah 1448 H/2027 M itu dihadiri seluruh Kepala Kantor Kemenhaj kabupaten/kota se-Jawa Timur serta seluruh Kepala Seksi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah. Kepala Kanwil didampingi Plt. Kepala Bagian Tata Usaha Edi Susilo dan Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah H. Gartaman, S.Ag., M.H.

Dalam arahannya, Mahmudi menegaskan pentingnya kesiapan seluruh jajaran untuk menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M. Di bidang kesehatan, ia meminta penguatan monitoring layanan kesehatan jemaah melalui koordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota, termasuk memastikan seluruh puskesmas memiliki akses akun layanan yang diperlukan. Pada aspek pelayanan, penyelesaian dokumen dan paspor jemaah disebut harus dipastikan tepat waktu.
Terkait manasik, Kakanwil menekankan bahwa pelaksanaannya perlu dipersiapkan secara optimal dengan pola satu kali di tingkat kabupaten/kota dan enam kali di tingkat kecamatan. Materi yang perlu diperhatikan tidak hanya tata cara ibadah, tetapi juga manasik kesehatan dan praktik penggunaan fasilitas umum, misalnya lift, agar jemaah lebih siap menghadapi kondisi di Tanah Suci.
Selain itu, Kakanwil mengingatkan pentingnya membangun citra positif Kemenhaj, mempercepat realisasi anggaran sesuai target, dan mewujudkan lembaga yang menjunjung tinggi integritas serta profesionalitas. “Bersama, kita wujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan jemaah,” demikian pesan penutup dalam rilis tersebut.
Persiapan manasik ini sejalan dengan jadwal haji yang sudah ditetapkan lebih awal. Jemaah dijadwalkan mulai masuk asrama pada 10 April 2027 dengan puncak wukuf pada 15 Mei 2027, sebagaimana kami ulas dalam rencana perjalanan haji 1448 H. Adapun kesiapan fisik dan istithaah kesehatan terus ditekankan pemerintah, seperti yang dibahas dalam pesan Kemenhaj Lampung dan Lahat.
Hingga berita ini disusun, rilis tersebut belum merinci jadwal manasik per kabupaten/kota maupun per kecamatan. Jadwal dan lokasi lazimnya diumumkan oleh masing-masing kantor Kemenhaj setempat.
Bagi calon jemaah haji, manasik bukan sekadar formalitas. Ikuti seluruh sesi yang disediakan, catat hal-hal praktis seperti penggunaan lift dan fasilitas umum, serta manfaatkan pertemuan itu untuk bertanya soal kesehatan dan dokumen. Calon jemaah haji khusus atau haji plus juga sebaiknya melengkapi diri dengan bimbingan dari penyelenggaranya masing-masing agar pemahaman manasik semakin mantap.
Ingin berangkat umrah atau haji plus dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana ibadah Anda bersama Elharamain Wisata melalui WhatsApp atau lihat pilihan paket.














